Air Sungai Batang Gerai Mengeruh Akibat Penambangan Emas Ilegal

Oleh : Roesliyani

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Air Sungai Batang Gerai mengeruh (berubah warna). Sangat terlihat jelas sekali air sungai warnanya kuning kecoklatan, ketika dilihat langsung dari atas jembatan Batang Gerai, jalur trans Kalimantan, Desa Semandang Kanan, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

Sipuani, Anggota BPD Desa Semandang Kanan saat ditemui awak media Amunisi, Selasa (22/03/22) menjelaskan bahwa keruhnya air sungai Batang Gerai mulai siang sampai sore hari dan menduga perubahan warna air menjadi kuning kecoklatan dikarenakan adanya aktivitas pertambangan Emas Tanpa izin (Peti) di wilayah Hulu Sungai Batang Gerai.

“Kuat dugaan keruhnya air karena ada kegiatan penambangan emas tanpa ijin di hulu sana, tepatnya di wilayah Desa Gema dan sekitarnya yang telah beroperasi sudah cukup lama dan nampaknya belum ada penertiban yang serius dari aparat penegak hukum. Khususnya di wilayah hukum Simpang Dua ini. Sebenarnya Air sungai Batang Gerai, sebelum ada kegiatan tambang Emas di hulu, sangat jernih dan air sungai itu bisa kami gunakan untuk air minum, apalagi kalau mandi dan mencuci tentu tidak ada masalah. Tapi sekarang air ini keruh seperti lumpur. Jangankan untuk di kosumsi, untuk mandi dan mencuci saja, rasanya sudah tak layak lagi. Air sekarang keruh luar biasa, belum lagi bilamana ada kandungan logam berat dan Mercure nya, tentu makin sangat berbahaya, karena ini limbah tambang emas,” keluh Sipuani.

Sipuani berharap para pemegang kebijakan, khususnya dinas terkait untuk segera mengambil sikap tegas, terkait  dampak yang berpengaruh bagi kepentingan umum juga pada lingkungan.

“Saya berharap aparat berwenang harus sigap dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan, agar kehidupan masyarakat khususnya pengguna air Batang Gerai, bisa menggunakan air seperti dahulu. Dan bagi kami sebagai warga sangat penting sekali air sungai Batang Gerai untuk kebutuhan sehari hari. Sekarang kami harus membeli air galon isi ulang dengan harga delapan ribu rupiah pergalon, karena kami belum ada air bersih yang mengalir ke rumah-rumah di sini, jadi satu-satunya sumber air bersih kami, hanya sungai Batang Gerai itu,” tutup Sipuani.

Di hari yang sama tim Amunisi langsung menemui Bayen, Kepala Desa Gema, di kantor Desanya dan membenarkan ada beberapa orang warganya yang melakukan penambangan emas menggunakan mesin sedot jenis mesin robin di bagian wilayah hulu sungai.

“Benar memang ada warga saya yang melakukan penambangan emas di hlu sana dan sudah pernah saya ingatkan, kalau kegiatan nambang itu akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Tetapi warga saya tidak memperdulikan apa yang saya sampaikan itu,” terang Bayen.

Bayen juga menjelaskan bahwa pernah mendapat laporan dari warga Semandang Kanan terkait Air sungai Batang Gerai yang keruh dampak dari penambangan emas tersebut. Dan ketika ditanya, langkah apa yang akan ditempuh terkait fakta-fakta yang ada. Bayen menyerahkan pada penegak hukum untuk dilakukan tindakan sesuai dengan surat edaran Bupati Ketapang tentang Perlindungan Terhadap Lingkungan Hidup.

“Sesuai surat edaran Bupati Ketapang tentang Perlindungan Terhadap Lingkungan Hidup yang di terbitkan 3 Februari 2022, salahsatu poinnya yaitu penegakan hukum terhadap kegiatan penambangan emas tanpa ijin dan sejenisnya, juga membuang limbah berbahaya ke sungai yang berpotensi menimbulkan dampak serius dan mencemari lingkungan. Kalau memang semua ini terjadi, silakan penegak hukum melakukan tindakan kepada pelaku sesuai pelanggarannya,” pungkas Kades.

Pos terkait