Akibat Gangguan Senjata, 4 Anggota TNI Merenggut Nyawa di Natuna

  • Whatsapp
Latihan Militer TNI (ilustrasi). (Gambar : Istimewa)

Oleh : R. Septriyawan

 

Muat Lebih

AMUNISINEWS.COM, Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Denny Tuejeh memaparkan kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa empat prajurit Arhanud 1/K di Natuna Kepulauan Riau (Kepri).

Peristiwa bermula saat salah satu pucuk meriam giant bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan.

Namun, senjata tersebut mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikontrol dengan sesuai prosedur atau tidak dapat dikendalikan.

“Dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia,” jelas Denny, pada Rabu (17/5) ini.

Selain itu, delapan prajurit lainya mengalami luka-luka karena terkena tembakan. Saat ini para korban sedang dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Korban sedang dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” tandasnya.

Seperti diketahui, prajurit melakukan gladi bersih untuk latihan kesiapsiagaan PPRC 2017 yang akan dilakukan pada Jumat 19 Mei nanti.

Rencananya, TNI akan melakukan pembaretan kepada gubernur se-Indonesia. Selain itu, Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.

 

Pos terkait