Akibat Kebijakan Malaysia, TKI Batal Dideportasi

  • Whatsapp
Foto, istimewa
Foto, istimewa
Foto, istimewa

NUNUKAN, AMUNISINEWS.COM— Akibat kebijakan baru dari pihak pemerintah Kerajaan Malaysia, ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) batal dideportasi ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menyangkut adanya kenaikan biaya pemulangan di Pelabuhan Tawau Negeri Sabah, Malaysia Timur.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Satgas Perlindungan WNI Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, Hadi Syarifudin kepada salah satu wartawan harian online melalui pesan singkatnya pekan kemarin.

Isinya menyatakan dampak kebijakan baru yang diberlakukan oleh pihak pemerintah Kerajaan Malaysia dengan menaikkan biaya tiket pemulangan TKI, maka sekitar 500 orang batal dideportasi,” ujarnya melalui pesan singkat.

”Menurut Hadi Syarifudin, Tenaga Kerja Indonesia(TKI) yang dideportasi pada awal tahun ini 2017 merupakan penangkapan besar-besaran oleh aparat kepolisian dan imigrasi Negeri Sabah terhadap pekerja asing illegal, tidak dapat dipulangkan sehubungan dengan kenaikan harga tiket kapal menuju Kabupaten Nunukan.

Kepala Satgas Perlindungan WNI Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, menyebutkan pemulangan (deportasi) pertama tahun 2017 berjumlah sebanyak 204 orang dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Air Panas Tawau, Sabah Malaysia batal karena perubahan kebijakan tersebut” katanya.

Menurut Hadi Syarifudin, akibat pembatalan soal pemulangan itu, maka sekitar 300 orang TKI dari Pusat Ta-hanan Sementara Kemanis Papar dan PT.Menggatal Kota Ki-nabalu,juga batal dipulangkan ke Nunukan.

Kebijakan baru pemerintah Malaysia tersebut, sambung Hadi, berkaitan dengan swastanisasi Pelabuhan Tawau yang mengharuskan TKI yang deportasi membayar biaya tiket sesuai dengan penumpang umum ke Kabupaten Nunukan.

Hadi Syarifuddin menambahkan, akibat pembatalan pemulangan (deportasi) pertama diawal 2017 dari PTS Air Panas Tawau Sabah Malaysia, maka ratusan TKI dari Kota Kinabalu juga batal dipulangkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. – * tim

Pos terkait