Alur Sungai Jelitik Tetap Dangkal Walau Dikeruk PT Pulomas Sentosa Sejak 2011

  • Whatsapp

img-20170104-wa0018

SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM—PT Pulomas Sentosa mengaku mempunyai ijin dan melakukan pendalaman Alur Muara Sungai Jelitik sejak tahun 2011. Tetapi hasilnya terpantau pada Selasa (03/01/2017) tetap dangkal dan pasir pada Alur Muara Sungai tetap menumpuk serta menghambat keluar masuk pelayaran  kapal kapal nelayan yang berlabuh di Muara Sungai Jelitik.

Pengakuan Humas PT Pulomas Sentosa Acung kepada wartawan pada Selasa malam (03/1/2017) bahwa kegiatan pengerukan alur muara Sungai Jelitik yang dilakukan oleh PT Pulomas Sentosa tanpa dibayar oleh pemerintah. “Namun material apapun yang didapat dari hasil pengerukan menjadi hak PT Pulomas Sentosa untuk dijual dan digunakan lagi untuk membiayai operasional Pengerukan Alur tersebut,” jelas Acun melalui telepon.

Acung tambahkan juga bahwa KEK itu kan belum ada Kepres), itu yang Pertama. “Yang Kedua, bahwa kita (PT Pulomas) itu dari tahun 2011 sudah melakukan penggalian dan pengerukan alur, dan selama ini kita tidak dibayar oleh pemerintah. Tetapi untuk membiayai operasional itu (pengerukan), material apapun yang kita dapatkan disitu jadi milik kita untuk dijual, dan kita juga bayar pajak. Terus, dibilang bahwa pasirnya untuk dijual ke Pulau G, itu salah besar. Itu sebuah fitnah, bahasa itu kita bisa tuntut, bahwa itu adalah sebuah fitnah! Yang Ketiga, dibilang kita tidak ada ijinnya. Itu salah besar! Kalo dia tidak pernah mengenal ijin Pulomas, kalo orang yang sudah tau ijinnya, tidak mungkin orang bertanya dan ngomong lagi,” terang Acun via ponselnya, Selasa (03/01/2017) malam.

Pernyataan Acun tidak sejalan dengan kinerja PT Pulomas Sentosa yang melakukan aktifitas pengambilan pasir laut di luar wilayah ijin yang dipegang oleh PT Pulomas Sentosa.

Hal tersebut terpantau baru baru ini oleh masyarakat sekitar pantai Rambak Sungailiat, mengaku dan sempat memotret tongkang tongkang PT Pulomas Sentosa yang sedang beraktifitas pengambilan pasir pantai dengan radius kurang lebih 1 mil dari pesisir pantai Rambak Sungailiat. Dimana dugaan warga Rambak, pasir pesisir pantai yang dikeruk dan dipindahkan ke Tongkang tongkang PT Pulomas Sentosa dibawa ke Jakarta.

Menurut warga Rambak, untuk pengerukan pasir dipesisir pantai Rambak PT Pulomas Sentosa tidak punya ijin, PT Pulomas Sentosa hanya punya ijin untuk pendalaman alur muara Sungai Jelitik Sungailiat.

“Kawasan pantai Rambak Sungailiat merupakan Kawasan Ekonomi Khusus untuk Wisata, jadi tidak dibenarkan kalau PT Pulomas Sentosa mengeruk pasir pantai Rambak dan dijual ke Jakarta,” kata Asli warga setempat saat ditemui di Pantai Rambak pada Selasa sore (03/01/2017).

“PT Pulomas Sentosa hanya punya ijin untuk pengerukan dan pendalaman sepanjang alur muara Sungai Jelitik, bukan untuk mengeruk dan mengambil pasir di Pesisir Pantai,” keluh Asli lagi

” Saya menyayangkan kegiatan pengambilan dan pengerukan pasir pesisir pantai  Rambak oleh PT Pulomas Sentosa ini berlangsung hampir setiap hari dan dalam sehari mencapai 3 sampai dengan 5 tongkang. Sedangkan satu tongkang itu diperkirakan mencapai 4000 ton kubik,” kesal Asli lagi.

Sementara itu Kasi Pengawasan Pertambangan Kabupaten Bangka Abdullah Sani mengaku tidak tahu saat dikonfirmasi pada Selasa (03/01/2017)

” Silahkan bapak tanyakan ke Dinas Kelautan,” jawab Abdullah Sani. “Dan  itu bukan bagian saya lagi karena sekarang pertambangan adalah wewenang Dinas Pertambangan Provinsi Bangka Belitung,” katanya  singkat melalui pesan singkat.

Tindakan pelarangan pengambilan foto foto oleh keamanan PT Pulomas Sentosa membuat beberapa wartawan mempertanyakan alasan apa pihak keamanan  PT Pulomas Sentosa melarang wartawan untuk mengambil foto foto, karena pelarangan untuk pengambilan foto foto sudah merupakan pelecehan terhadap Undang Undang Pers NO 40 Tahun 1999.

” Tindakan yang dilakukan oleh keamanan PT Pulomas Sentosa yang melarang jurnalis untuk mengambil foto merupakan bentuk pelecehan Undang Undang Pers NO.40 Tahun 1999 dan itu bisa dipidana,” kata Robi Ketua Asosiasi Wartawan Independen saat dikonfirmasi di Pantai Rambak pada Selasa sore (03/01/2017).

Terpisah, Asli warga Desa Rambak meminta kepada pihak terkait seperti Dinas Pertambangan Provinsi Bangka Belitung, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung serta Kepolisian Polres Bangka untuk bertindak demi tegaknya hukum di wilayah Polres Bangka.

“Saya meminta kepada pihak pihak terkait seperti Dinas Pertambangan Provinsi Babel, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel serta pihak Kepolisian Resort Bangka untuk menindak dan menghentikan kegiatan PT Pulomas Sentosa yang beraktifitas diluar ijinnya,” pinta Asli lagi.(herman)

Pos terkait