Aneh, Meskipun Sudah Disegel Pembangunan Hotel Heef Masih Terus Berjalan

  • Whatsapp

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Aneh, Meskipun sudah dibongkar dan disegel petugas Pemkot, Jakarta Pusat, namun pembangunan Hotel Heef yang terletak di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat masih terus dikerjakan.

Bacaan Lainnya

Kami sangat Kecewa kata Kenny Wijaya biasa disapa Fery salah satu warga Krekot Bunder 1 No.17 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat yang rumahnya rusak berat akibat dari proyek pembangunan Hotel HEEF tersebut.

Didampingi kuasa hukumnya Fery menganggap,” hal itu akibat lemahnya pengawasan dari pemerintah setempat. Aneh dan kok bisa bangunan sudah dibongkar dan disegelnya juga masih terpampang mengapa proyek pembangunan Hotel HEEF ini masih terus berjalan,” kata Fery kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/1/22).

Bagaiman tidak rusak berat rumah saya persis samping rumah saya didirikan dengan ketinggian 8 lantai dengan izin Mendirikan Bangunan bermasalah dalam rancangan bangunan tidak sesuai IMB.

Tidak mungkin, pembongkaran dan penyegelan proyek pembangunan hotel dilaksanakan, namun mengapa hanya kurang lebih satu minggu setelah disegel, pembangunan itu kembali berjalan, bahkan pengerjaannya tidak mengenal waktu dari pagi sampai malam.

“Dugaan saya, apa karena mereka punya uang, Ini membuktikan pengembang maupun pemilik hotel ini bisa dilihat saja membangun serta melanggar Perda dan Pergub, ini aneh Kok kenapa masih dibiarin saja berjalan terus berjalan padahal sudah disegel ?” ujar Fery.

“Bayangkan setiap hari saya dibuat berbisik dengan pembangunan hotel HEEF itu hingga saya berteriak namun tidak dihiraukan,” sambungnya.

Meskipun demikian Ferry berterima kasih kepada Tuhan, saya tetap sehat hingga saat ini, meskipun setiap hari dirinya merasa takut rumah akan runtuh akibat dari proyek bangunan hotel tersebut.

Ferry juga mempertanyakan tindakan dan pembongkaran yang dilaksanakan oleh petugas, kalau akhirnya masih bisa dibangun dan dikerjakan kembali. Padahal bangunan tersebut sudah di segel dengan tulisan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 dan Perda Nomor 7 Tahun 2010 serta Peraturan Gubenur Nomor 128 Tahun 2012.

“Saya sebagai masyarakat kecil mempertanyakan apa boleh bagunan yang sudah dipasang segel, masih bisa di bangun oleh pengembang hotel tersebut, kalau begitu apa fungsi penyegelan itu kalau ujungnya-ujungnya masih bisa dikerjakan.” ujar Fery kecewa.

Fery ksangat kecewa, karena Rumahnya rusak berat akibat imbas pembangunan itu, seperti sebagian tembok retak, plapon asbes atas bolong, dan barang-barang miliknya rusak. Sehingga dirinya harus mengungsikan keluarganya ketempat kontrakan karena khawatir akan keselamatannya.

Oleh karena itu Fery memohon kepada Bapak Gubenur Anies Baswedan yang tidak merem mata terhadap rakyat kecil seperti saya. Karena proyek pembangunan Hotel HEEF yang tidak sesuai IMB itu dibongkar dan disegel.

Bukan hanya dibongkar cantik, padahal sebelumnya Fery berharap bangunan hotel Heef dibongkar. Namun kenyataanya, harapan Fery hanya sekedar isapan jempol belaka.

Selanjutnya karena tidak ada itikad baik dari pengembang maupun pemilik Hotel HEEF. Kenny Wijaya didampingi kuasa hukumnya melaporkan kasus-kasus ini ke Polda Metro Jaya.

Ketika awak media menghubungi melalui chat WA Pejabat Penindak lanjutan Citata terkait, hingga saat berita ini diturunkan belum juga ada jawaban terkait bangunan yang telah disegel dan masih terpampang. Meskipun demikian kami masih menunggu konfirmasi para pihak terkait.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *