Anggota DPR Muhammad Rizal Gandeng Kemenag Jelaskan Penundaan Ibadah Haji

  • Whatsapp
Anggota DPR Muhammad Rizal saat Jelaskan Penundaan Ibadah Haji.

Oleh: Edy Tanjung

TANGERANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Umat Islam di Indonesia masih harus mendapatkan penjelasan yang terpercaya tentang alasan mengapa selama dua tahun calon jamaah tidak bisa melaksanakan ibadah haji. Demikian disampaikan Anggota DPR RI Muhammad Rizal, S.H., M.Si., di Tangerang, Jumat (10/9/2021).

“Masih banyak orang Indonesia yang termakan hoax (berita bohong) dan percaya uang haji dipakai pemerintah untuk membangun infrastruktur. Padahal Pemerintah tidak mengizinkan kita melaksanakan ibadah haji semata-mata karena negara kita terpandemi covid-19,” terang Muhammad Rizal kepada media ini saat disambangi di kediamannya di Kabupaten Tangerang.

Menurut wakil rakyat yang bertugas di Komisi 8 ini, untuk mengadang hoax dan meluruskan isu yang awalnya beredar lewat media sosial itu, perlu memberikan penjelasan secara terus-menerus tentang mengapa calon jemaah haji Indonesia tidak diizinkan sehingga masyarakat menjadi lebih percaya dengan alasan yang sebenarnya.

Sebagai Anggota Legislatif yang berdinas di Senayan serta bermitra dengan Kemenag, Muhammad Rizal harus bekerja melawan hoax dan menyosialisasikan kenyataan yang sebenarnya dengan menggandeng mitra Kementerian Agama (Kemenag).

Kemarin, Kamis 9 September 2021, saat tatap muka dengan Lurah Binong Juhri Saputra dan sekitar 60 orang para Ketua RW dan Ustadz dari DKM se-Kelurahan Binong, dirinya menggandeng Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Khoirizi H. Dasir dan Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Banten DR. Nanang H. Fatchurochman, S.Pd., M.Pd., untuk memberikan penjelasan akurat. Agar masyarakat tidak terpengaruh hoax berkaitan ditundanya pelaksanaan ibadah haji.Maksud Rizal, tentulah agar informasi yang benar disampaikan lagi kepada warga masyarakat.

“Kami sampaikan bahwa hoax tentang tidak diizinkannya melaksanakan ibadah haji selama dua tahun bagi jamaah calon haji yang berasal dari Indonesia. Bohong lantaran pemerintah tidak punya uang karena sudah dipakai untuk biaya pembangunan infrastruktur. Kita sampaikan penjelasan ini kepada masyarakat melalui para tokoh masyarakat dan ustadz,” terang pensiunan ASN yang lebih dari 30 tahun mengabdi Sekretariat DPR RI ini.

Dia harapkan dengan secara kontinu membuat memberikan penyelarasan informasi yang benar kepada masyarakat, akan membuat masyarakat tidak lagi percaya dengan hoax tersebut. Untuk itu sangat diharapkannya peran serta para ketua RW dan ustadz-ustadz menyampaikannya pada setiap pertemuan warga dan saat ceramah di mesjid maupun mushola.

“Ya, pandemi di Indonesia masih ada, kita tunggulah sampai pandemi berakhir baru berangkat sehinggake Tanah Suci. Negara Arab Saudi belum memberi izin kalau masih pandemi di negara kita. Tak mau kedatangan jamaah yang berasal dari Indonesia dan menimbulkan masalah baru,” lanjutnya.

Rizal menyebutkan, pernah jamaah umroh datang dari Indonesia, namun yang terjadi adalah ditemukannya jamaah yang terpapar covid-19, sehingga tidak diberi izin lagi sampai wabah di Indonesia benar-benar berakhir.

“Upaya memberikan penjelasan semacam ini terus kami lakukan dengan mitra kerja Kemenag. Sekarang ini menjelang pandemi berakhir Kemenag sendiri mengungkapkan sedang melakukan persiapan keberangkatan setelah pandemik covid-19 berakhir,” jelasnya.

Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berlangsung di Kelurahan Binong pada hari Kamis tanggal 9 September 2021 kemarin, lanjutnya, Plt. Dirjen PHU dan Kakanwil Kemenag Banten memberikan penjelasan tentang pemerintah Arab Saudi pada tahun ini hanya memberikan kuota haji di 2021 hanya sebanyak 60 orang. Sementara WNI yang menunaikan ibadah haji sekitar 300 orang karena tinggal disana.

Sementara itu terkait dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menjadi simpanan jamaah calon haji, dinyatakan masih aman. Termasuk dengan dilakukannya kerjasama investasi berbasis syariah yang menguntungkan syariah dan manfaatnya dirasakan oleh calon jemaah haji.

“Contoh yang menguntungkan bagi calon jemaah haji, uang yang disimpan jamaah masing-masing untuk melaksanakan ibadah haji Rp 35 juta, namun biaya segalanya Rp sebenarnya smpai Rp 70 juta,” tandas Rizal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *