Anton Medan: Tugas Ulama Sangat Strategis!

  • Whatsapp

master-foto-hl-316

JAKARTA, AMUNISI—Ketua Umum DPP PITI (Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) H. Anton Medan beberapa waktu lalu melaporkan pihak yang mengunggah pidato Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) ke media sosial dengan cara memotong durasi dari semula 1 jam 48 menit menjadi 31 detik ke Polda Metro Jaya. Tindakan yang dianggap telah mendiskreditkan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Terkait laporan tersebut, Anton Medan menjelaskan kepada Redaksi Koran Amunisi secara tertulis yang disampaikan pada 25 Oktober 2016 melalui pesan Whatsapp-nya.

Sebagai tokoh agama, Anton Medan merasa risau, mengingat tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip Islam yang menekankan kejujuran dan keadilan, dan ditengarai telah menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Menurut dia, pengutipan yang tidak jujur dan tidak adil, nyata-nyata ke luar konteks dan tidak sesuai dengan visi narasumber (Ahok). Penyampaian fakta, yaitu apa-apa yang diucapkan oleh narasumber, harus sesuai dengan visi yang menyampaikannya. Jika tidak, maka dapat dikatakan telah dengan sengaja memfitnah.

Diharapkan Anton Medan agar seluruh masyarakat tidak terpancing isu-isu yang mengeruhkan suasana. Ia juga menyerukan kepada pihak-pihak tertentu, bilamana telah terpancing isu tadi dan menjadi emosional, sebaiknya menyimak pemaparan Ahok di tayangan YouTube.

“Dengan begitu akan mendapat gambaran jelas, sekaligus memperoleh pencerahan,” katanya lebih jauh.

Pada bagian lain dia mengutip hadis Rasulullah SAW terkait peran ulama dan umaro yang maknanya, terdapat dua golongan manusia apabila ke duanya baik maka masyarakat akan baik, apabila ke duanya buruk maka masyarakat akan buruk.

Dijelaskan, dalam hal ini ulama mengembangkan akhlak mulia dengan berpegangan pada Qur’an dan Hadis, sementara umaro melakukan pembangunan ekonomi dan sebagainya dengan berpegangan pada Pancasila dan UUD 1945.

“Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam,” tegas Anton Medan.

Ditambahkan, mengingat tugas ulama sangat strategis, yakni menjaga ketertiban masyarakat, karena itu sangat penting melakukan: menjaga kerukunan umat seagama, menjaga kerukunan umat beragama, dan menjaga kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Visi Ekonomi dan Demokrasi

Lebih jauh Anton Medan mengingatkan, setelah menyimak secara utuh tayangan video yang berisi pidato Ahok pada saat bertatap muka dengan masyarakat Kepulauan Seribu, sebenarnya tidak ada yang perlu dipersoalkan.

“Ahok dengan sangat jelas memaparkan visi ekonomi dan visi demokrasi di Indonesia, lebih khusus di DKI Jakarta. Ke dua hal yang tak dapat dipisahkan,” paparnya.

Pada waktu itu, menurut Anton Medan, Ahok menyampaikan tentang program pemberdayaan masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan usaha yang diharapkan akan berkembang menjadi koperasi secara benar, dengan pembagian 80% bagi masyarakat dan 20% untuk Pemprov DKI.

“Ahok berpesan agar warga tak usah khawatir bila dirinya tak lagi jadi Gubernur DKI, maka program pun akan terhenti,” katanya.

Ditambah Anton Medan, Ahok menjelaskan, bahwa masa jabatan yang diembannya akan berakhir sampai Oktober 2017. Terkait visi demokrasi yang seharusnya berlangsung di Indonesia, Ahok tak ingin mendesak warga Jakarta untuk memilihnya. Pilihlah kandidat Pilkada DKI Jakarta 2017 yang program-programnya lebih baik.

“Kalau bapak-ibu memilih saya tapi takut masuk neraka, ya jangan pilih saya,” ujar Anton Medan mengutip pernyataan Ahok ketika berhadapan dengan masyarakat Kepulauan Seribu.

Berkaitan dengan substansi pernyataan Ahok yang di kemas dalam rekaman video berdurasai 1 jam 48 menit, kemudian dipotong menjadai 31 detik dan menimbulkan keresahan masyarakat, Anton Medan pun menyatakan:

  1. Penyebarluasan pidato Basuki Tjahaya Purnama yang hanya sepenggal kecil dan menimbulkan keresahan itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam yang menekankan kejujuran dan keadilan.
  2. Kontestasi Pilkada DKI Jakarta yang diharapkan penuh kegembiraan tidak selayaknya dinodai dengan tindakan-tindakan yang merendahkan diri sendiri sebagai umat Islam.
  3. Allah SWT menyerukan kepada semua manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, maka tonjolkanlah prestasi, program-program demi kemaslahatan, karena manusia yang lebih baik adalah yang lebih banyak manfaatnya bagimasyarakat luas.
  4. Cerdaskan masyarakat agar dapat memilih pemimpinnya sesuai akal sehat dan hati nurani masing-masing. (*/H. Sinano Esha)

 

 

Pos terkait