Arogansi PT MBK yang Diduga Rampas Hak Masyarakat, Kini Seenaknya Buat Portal

  • Whatsapp

Oleh, Teguh

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID.- Amunisi investigasi di lapangan Kamis, 25/03/2021 lalu, pukul 09:05 pagi, Yani selaku masyarakat di Kecamatan Sungai Laur Desa Riam Bunut bersama rombongan dari Komisi II DPRD, DISBUN, dan Muspika setempat di Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang provinsi Kalimantan Barat, serta masyarakat Kenaya telah menyaksikan pemortalan jalan masyarakat yang terhubung dengan perusahaan, disaat itu dari Kapolsek Simpang Dua memfasilitasi masyarakat Kenaya dan pihak manajemen perusahaan untuk melakukan musyawarah yang bakal apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

Pemortalan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan kelapa sawit Pt.Mulya Bhakti Kahuripan(MBK) yang terjadi di perkampungan Kenaya wilayah Desa Batu Daya Kecamatan Simpang dua Ketapang menjadi sorotan tajam dikalangan masyarakat.

Yusref (25) salah satu masyarakat angkat bicara, “akibat dari permortalan, banyak akses pengguna ruas jalan yang sering dilalui masyarakat Desa Riam Bunut Kecamatan Sei Laur Kabupaten Ketapang, dari kesehariannya melintasi saat sedang beraktivitas dan merasa terkejut melihat tanah mereka terpasang portal secara permanen oleh pihak perusahaan serta dikunci, hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar bagi kami selaku masyarakat, apakah diperbolehkan hal tersebut dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan”?
“Dan di TKP tidak adanya pos penjagaan security, ini jelas pihak manajemen Pt.Mulya Bhakti Kahuripan/(Mbk) bersifat arogansi tanpa memikirkan orang lain demi kepentingan mereka sendiri juga dampak yang bakal terjadi, dan dalam hal ini pihak manajemen perusahaan tidak pernah mengadakan pertemuan kepada warga setempat serta musyawarah yang seharusnya bila mana ada sesuatu kekurangan baik suatu permasalahan di lingkungan perusahaan yang belum terselesaikan, masyarakat sebagai Mitra seharusnya perusahaan harus bijak dalam menangani apapun yang terjadi bukan malah mengambil suatu keputusan dengan sendirinya yang merugikan orang lain”.

“Yusref beserta masyarakat meminta kepada pihak yang berwajib dan penegak hukum juga instasi terkait untuk segera menindak tegas kepada perusahaan ini serta dilakukan pengauditan, juga diberi sanksi bagi siapapun yang ada di dalamnya yang ikut bekerjasama dalam tindakan yang sudah merugikan masyarakat siapapun dalang dari semua ini dan dihukum sesuai hukuman yang berlaku”, tegasnya.

Yani mengatakan, “M.Rajim selaku Danru juga pihak perusahaan Pt.Mbk yang melakukan pemortalan pada saat dipanggil serta sudah ditentukan oleh pihak kapolsek Simpang dua baik diundang tidak berani hadir dari pukul 15:00-16:05 sore hanya masyarakat yang hadir dan menunggu tidak adanya penyelesaian antar masyarakat juga dari pihak manajemen perusahaan, serta selanjutnya warga bersepakat untuk melakukan tindakan khusus dari Lembaga Adat Melayu serta Adat Dayak akan memberikan sanksi pada pihak manajemen perusahaan berdasarkan Norma dan Budaya kita masing-masing, agar tidak ada penutupan akses jalan yang tidak berhak dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan tersebut” Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *