Badan Pengawasan Mahkamah Agung dan KPK Turut Mengawasi Praperadilan LPDB

  • Whatsapp

awasi sidang- perkara

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM – Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung versus tim penasehat hukum tersangka Suwedi als Awe tersangka korupsi  dana lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) mulai bergulir praperadilan di Pengadilan Negeri kota Pangkalpinang. Senin pagi (24/7).

Dari internal Pengadilan Tinggi (PT) Bangka Belitung wartawan peroleh kabar adanya pelibatan secara langsung pihak hakim dari pengawasan  Mahkamah Agung (MA) serta komisi pemberantan korupsi (KPK) guna pengawasan jalanya praperadilan itu.

Dari keterangan yang disampaikan oleh sumber di PT, pihak MA turun langsung dikarenakan praperadilan sudah berlangsung sebanyak dua kali.

“Langka sekali adanya dua kali praperadilan itu. Makanya akhirnya pihak MA yang bersama KPK turut mengawasi ini semua,” kata  seorang pejabat di PT ini namun meminta namanya tak ditulis.

Pihak pengawasan MA dan KPK menurutnya jarang sekali turun gunung seperti ini bilamana  persidangan tidak menimbulkan keganjilan.

“Untuk bentuk pengawasannya nanti apakah hadir langsung atau mengawasi dari jauh itu kita tak paham. Karena bentuk-bentuk pengawasan seperti ini banyak ragamnya. Kayak pak hakim agung Artidjo dulu sidak nyamar sebagai kiyai, kali ini gak tahu,” ungkapnya.

Menanggapi hadirnya pengawasan itu dalam praperadilan ini tidak dibantah langsung oleh sekretaris panitera PN Pangkalpinang Ahyar Parmika. Ahyar katakan bisa saja pengawasan itu turun karena prapid (prapedilan.red) ini sudah berlangsung dua kali.

“Baginya sangat bagus diawasi tidak saja internal MA tetapi juga masyarakat umum. Kan sidangnya terbuka, jadi siapapun bisa mengawasi jalanya sidang,” sebut Ahyar.

Ahyar tidak mau berkomentar banyak soal itu. Menurutnya hal yang biasa saja bilama hadirnya pengawasan itu “Sidang-sidang yang lain juga kan pasti juga dipantau oleh pihak-pihak tertentu. Jadi semuanya sesuatu yang biasa saja,” sebutnya lagi.

Patris Yusrian Jaya mengaku sempat mendengar adanya pihak KPK dan MA yang turun gunung itu. Tetapi dirinya tidak mau ambil pusing karena tidak menyangkut soal lembaganya secara langsung

“Saya justeru mendengarnya (soal pengawasan MA dan KPK) sejak prapid di Belitung dulu. Kalau mereka turun lagi bagus itu, tidak ada yang ditakuti juga bahkan biar pengawasan dan kotrolnya semakin kuat. Kita secara pribadi bekerja secara baik dan profesional saja,” tandasnya.(hnfi/herman)

 

Pos terkait