Bangunan Komplek Ruko 25 Nyaris Usai, Diduga Berdiri Di Lahan Fasos/Fasum

  • Whatsapp

Oleh, Tim/Saipul

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Nyaris usai bangunan tersebut, dan masih berlangsung kegiatan pekerjaan ruko 3 unit 3 lantai yang diduga berdiri dilahan fasos/ fasum di Komplek ruko 25 Jembatan Tiga raya Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Kota Adminisitrasi Jakarta Utara.

Hal tersebut jelas menjadi perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat sekitar dan mereka yang memahami atas hal itu.

Sopian dari Tim Investigasi LSM Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) DPD Jakarta Utara komentarnya seputar keberadaan bangunan tersebut, merasa heran lantaran sampai saat ini bangunan bernilai miliaran rupiah berdiri diatas tanah fasos/fasum sampai kini terkesan tidak tersentuh hukum, papar nya pada awak amunisinews.co.id.

Ia katakan keberadaan bangunan tersebut bukan rahasia lagi. padahal pihak kami sudah beberapa kali melayangkan surat laporan secara resmi kepada pihak2 pejabat terkait, mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan Dinas Citata , seakan laporan kami dianggap isapan jempol belaka.

Menurut seorang ASN Sudin Citata kota Administrasi Jakarta Utara yang tidak bersedia sebut identitasnya katakan , pelaksanaan bangunan yang melanggar tersebut dipastikan aman.” Saya bisa pastikan proses pembangunan gedung itu aman dari tindakan , karena kekuatan financial. “Ada upeti lancar pejabatpun segar semua aman”, ujar nya.

Disebutkannya , sudah beberapa media telah mempublish, juga LSM yang melaporkan bangunan tersebut , tapi hasilnya nihil. ” Sudah dilaporkan ke walikota Jakut, Kadis Citata, Deko Jakarta Utara, Irbanko Jakarta utara, tapi hasilnya nihil.,? semua pejabat tersebut tidak tanggap sama sekali. bahkan bangunan tersebut sebentar lagi akan selesai” tukasnya.

Sementara Ketua Umum LSM Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) Nathanael Nurkholis yang akrab di panggil Bang Olis alias B.O yang dimintai komentarnya terkait keberadaan bangunan melanggar tersebut mengatakan, Jika Kadis Citata DKI, Heru tidak mampu membina jajaran nya sebaiknya mundur. ” dikatakan B. , bangunan melanggar diwilayah kinerja ctCata kecamatan Penjaringan itu jumlahnya banyak sekali. Pihaknya mendesak kepala Inspektorat dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turun ke bawah (Turba).

Bangunan yang marak menjamur di kecamatan penjaringan amat sangat banyak. anies harus segera bertindak.”ucapnya.” saya sudah sampaikan kepada kuasa hukum walikota Jakut utk tindaklanjuti” ucapnya. Namun sepertinya Kusnadi Junaedi sebagai Kasudin dinas Citata Jakut tidak hiraukan perintah walikota Jakut tersebut. Bahkan jarang hadir dikantornya ketika ingin di temui oleh LSM GNRI dengan alasan WFH. terbukti hingga kini bangunan tersebut tidak juga dilakukan tindakan pembongkaran. Di hubungi via Hp/WA Kasi Citata Penjaringan, Tomy, tak pernah merespon alias tak menjawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *