Beberapa Wartawan Kecolongan Meliput Sidang Pledoi Kasus Akiong

  • Whatsapp

sidang-akiong

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM—Beberapa wartawan yang biasa meliput berita di Pengadilan Negeri Pangkalpinang baik dari media lokal, nasional, cetak dan online pada hari ini Selasa (20/12/2016) merasa kecolongan meliput sidang terdakwa atas nama Akiong warga Desa Bakit Kecamatan Parit Tiga Jebus Bangka Barat terdakwa kasus perambah Hutan Lindung.

Pasalnya dalam jadwal sidang digelar hari ini Selasa (20/12) sekitar jam 15.00, tetapi sidang digelar sekitar jam 10.00 tadi pagi. Pengakuan sidang kasus perambah Hutan Lindung itu dilaksanakan sekitar jam 10.00 pagi tersebut, setelah salah satu wartawan konfirmasi langsung kepada Jaksa Penuntut Umum Dodi Purba SH dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang,

“Sudah pak tadi jam 10.00 disidangkan, sedangkan putusannya nanti pada hari Kamis,” jawab Dodi Purba singkat di kantor Pengadilan Negeri Pangkalpinang Babel pada Senin (20/12) siang pukul 15.00 wib.

Diketahui sebelumnya dalam bacaan surat tuntutan Surat Tuntutan pada Kamis ( 15/12) JPU menyatakan, bahwa terdakwa atas nama Akiong terbukti melanggar ketentuan pidana Pasal 78 Ayat 2 Juncto Pasal 50 UURI Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.
“Bahwa terdakwa terbukti bersalah dan dituntut dengan ancaman pidana selama 2 bulan karena secara sah dan meyakinkan terbukti menduduki lahan secara tidak sah sesuai dengan ketentuan Pasal 78 Ayat 2 juncto Pasal 50 Ayat 3 Huruf (a), Huruf (b) dan Huruf (c),” kata JPU Dodi Purba SH, membacakan Surat Tuntutan dihadapan majelis hakim yang diketuai Setyanto Hermawan SH.Mhum, saat sidang digelar Senin (19/12/2016) siang.

Selain itu  JPU melanjutkan  bahwa selain tuntutan kurungan selama 2 bulan, Terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta, Subsidair 3 bulan penjara, serta lahan sawit seluas 7,9 Ha dirampas untuk negara.

“Menyatakan bahwa Terdakwa Suyitno Alias Akiong dijatuhi denda Rp 100 juta, Subsidair 3 bulan kurungan, serta barang bukti lahan seluas 7,9 hektar dirampas untuk negara,” tambahnya.

 

Sedikit Istemewa

Terdakwa Akiong ini menurut teman teman dari kalangan media merasa agak di istemewakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal itu berdasarkan pantauan dilapangan, terlihat bahwa terdakwa Akiong ini tidak ditahan oleh penyidik.

Selain itu terdakwa Akiong ini kan warga Desa Bakit Kecamatan Perit Tiga Bangka Barat dan lokasi BB juga masuk wilayah Pengadilan Negeri Sungailiat, berarti terdakwa Akiong ini harus disidangkan di Pengadilan Negeri Sungailiat. Tetapi terbukti terdakwa Akiong disidangkan di PN Pangkalpinang dengan JPU dari Kejari Pangkalpinang.

Juga tuntutannya hanya 2 bulan penjara untuk kasus perambah Hutan Lindung.

Kesan kesan seperti itulah yang menurut teman teman bahwa terdakwa Akiong ini agak diperlakukan istemewa.

Sedangkan Akiong sendiri membantah diperlakukan secara istemewa,

” tidak benar saya diperlakukan secara istimewa, sekarang saya sedang sakit dan belum fit, doakan ya semoga sidangnya cepat selesai”, kata Akiong pada Kamis (15/12) sesaat sebelum sidang tuntutan.(herman)

Pos terkait