Berakhir Kekeluargaan Video Viral Oknum Polisi Satlantas Jombang Aniaya Sopir Truk

Oleh: Arif

JOMBANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Dua video viral di media medsos berdurasi 30 detik dan 15 detik aksi pemukulan yang dilakukan Dua oknum anggota polisi lalu lintas polres Jombang terjadi di jalan Raya Jabon, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Video pemukulan oleh dua oknum polisi pada seorang sopir truk ini terlihat di FB dan diunggah di instagram oleh akun @RomansaSopirTruk. Pada slide video pertama, terlihat adanya seorang polisi yang awalnya beradu mulut dengan seorang sopir truk bernopol AB 8246 RK.

Dalam video itu, terlihat polisi tiba-tiba berupaya membuka pintu truk dan melakukan pemukulan beberapa kali terhadap sang sopir inisial A, warga Klaten, Jawa Tengah.

“Gimana ini maksudnya. Tolong tolong tolong, ini penganiayaan pak, jangan kayak gini pak, jangan gitu pak, ini harusnya mengayomi. pak ini apa pak…tolong-tolong, ini penganiayaan pak, jangan kayak gini, apa-apaan ini polisi kayak gini,” ujar sopir dan seseorang yang memvideokan peristiwa tersebut.

Video lalu berlanjut pada slide kedua yang berisi tentang narasi korban yang menceritakan siapa pemukul dan lokasi kejadian penganiayaan. Dalam video, korban menuturkan kalau kejadian itu terjadi di Jombang, dan menunjukkkan siapa polisi yang memukulnya.

“Penganiayaan soko polisi arep nyegat terus ngampleng iki (penganiayaan dari polisi mau menghentikan terus mukul ini). Ngampleng bapak iki (yang mukul bapaknya ini) kalian kae (sama yang itu). Kejadiane teng jombang (kejadiannya di Jombang),” ujarnya.

Pada slide berikutnya, terlihat sang sopir menunjukkan wajahnya yang bekas dipukul. Dalam video ketiga ini, juga terdengar narasi sang polisi yang menyebutkan jika dirinya sudah pasrah, karena merasa sudah menjadi polisi selama 24 tahun.

“Ee lek gak penak yo podo gak penak e, aku wes puasrah aku wes an, dadi polisi wes pat likur tahun aku wes an mas (Ee kalau gak enak yang sam gak enaknya, saya sudah pasrah sudah, jadi polisi sudah 24 tahun saya sudah mas),” ujar sang polisi.

Menanggapi Vidio viral tersebut Polres Jombang langsung bertindak cepat. Dua oknum anggota Satlantas tersebut telah diberikan sanksi karena dinilai melanggar kode etik.

Selalin itu, peristiwa itu juga telah diklaim selesai oleh polres jombang. Baik sopir berinisial A (23) asal Klaten, Jawa Tengah dan dua oknum polisi telah berdamai dan saling memaafkan.

Sementara Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat membenarkan polisi yang ada dalam video itu merupakan anggotanya. Video tersebut terjadi di jalan raya jabon di kawasan Kecamatan Jombang.
Kita mengklarifikasi peristiwa viral di media sosial. Di mana ada perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh dua anggota kami di lapangan terhadap saudara A,” terang Nurhidayat, Senin (11/04/2022) siang.

Kapolres mengakui sejauh ini dirinya juga memerintahkan anggotanya melalukan penindakan dilapangan kepada setiap truk yang membawa muatan melebihi kapasitas atau tonase yang tidak sesuai ketentuan.

“Memang saya perintahkan dilapangan menindak truk yang membawa muatan tak sesuai, itu tanggung jawab saya karena memang banyak keluhan yang kami terima terkait kerusakan jalan yang di picu truk overlod atau odol,” tandasnya.

Menurut Nurhidayat, insiden itu bermula saat dua anggota Satlantas, Aiptu IN dan Aipda AW,tengah berpatroli di wilayah Kecamatan Jombang dengan menggunakan mobil dinas Mobile INCAR.

Saat melintas di Jalan Raya Desa Jabon, dua polisi lalu lintas itu berusaha menghentikan truk bernopol AB 8246 RK yang disopiri korban A, warga asal Klaten, Jawa Tengah.

Namun, truk berwarna biru itu bukannya berhenti malah terus melaju. Akhirnya anggota terpaksa menghentikan paksa truk tersebut. Di situlah insiden pemukulan terjadi.

“Maksudnya untuk mengonfirmasi. Karena mungkin ada miskomunikasi, tidak berhenti akhirnya dihentikan paksa. Mungkin salah paham baik perilaku perbuatan akhirnya terjadi pemukulan,” tegasnya.

Dikatakan Nurhidayat, kasus tersebut telah tuntas ditangani oleh Seksi Propam Polres Jombang.

“Kami pertemukan, kami tanya asal muasalnya memang ada miskomunikasi. Dan alhamdulillah kedua belah pihak bisa untuk memahami dan menyadari dan berdamai di selesaikan secara kekeluargaan,” terang Nurhidayat.

Sementara dua anggota polisi tersebut dalam penanganan Propam untuk sanksi yang akan dijatuhkan.

“Untuk anggota, tetap kami pastikan diproses kode etik. Karena bagaimanapun tindakan kekerasan tidak dibenarkan di luar konteksnya,” pungkasnya.

Pos terkait