Beralih Tangkap Kerang, Nelayan Keluhkan Buang Limbah Kulitnya

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Perubahan cuaca ekstrem dan pancaroba sangat berpengaruh sekali,khususnya para nelayan dengan hasil tangkapan ikannya. Terlebih dirasakan saat Pandemi berkepanjangan, khususnya masyarakat yang mayoritas sehari-harinya mencari ikan (nelayan). Hal ini dialami nelayan khususnya warga Desa Tambak Cemandi seperti yang diberitakan media ini.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan Nelayan Desa Gisik Cemandi, disampaikan Kepala Desa Gisik Cemandi Muhammad Alimin Taubah yang juga ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), Sidoarjo Selasa (22/2/2022). Masa pandemi banyak nelayan sulit mendapatkan hasil tangkapan dan beralih ke tangkap kerang karena lagi booming, namun susah dan kesulitan dalam membuang kulit kerangnya.

Selama ini terlebih yang masih dimasa pandemi hasil tangkapan ikan dilaut ada lonjakan, atau penurunan dari melaut….???

Kades Gisik Cemandi Muhammad Alimin mengatakan, “Nelayan tidak ada dampak sama sekali, justru sekarang lagi booming kerang, sehingga ibu-ibu yang ngupas kerang kesulitan buang limbah kulit kerang,” ucap Alimin.

Lebih lanjut Muhammad Alimin menjelaskan, biasanya kulit kerang dibeli oleh tengkulak, karena sudah over tidak diambil, jadi numpuk kayak gunung dan berserakan di sepanjang jalan banyak tumpukan kerang.

“Nelayan yang cari ikan memang ada sedikit menurun, tapi masih bisa melaut namun banyak yang beralih mencari kerang,” jelas Alimin.

Harapan kami, pemerintah supaya memberi bantuan alat tangkap lain selain alat tangkap kerang,” ucap Kepala Desa Gisik Cemandi yang juga ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Sidoarjo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.