Berharap kegiatan Festival Tangkeno Menjadi Ajang promosi Industri Pariwisata, Khususnya Desa Wisata Tangkeno dan Produk Kuliner dan Kerajinan Khas Kabaena

  • Whatsapp
Oleh: Budi Setiawan
BOMBANA, AMUNISINEWS.CO.ID – Hj. Andi Nirwana S S.P.,M.M., Senator dapil Sultra minggu lalu, menghadiri Festival Tangkeno ke-9 yang dilaksanakan di Anjungan Plaza Desa Wisata Tangkeno, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, 25-26 September 2021.
Event tahunan ini sangat meriah meskipun digelar di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Festival Tangkeno tahun ini diisi dengan beragam kegiatan, salah satunya adalah pameran kuliner dan kerajinan (kriya) khas Kabaena (Tokotu’a) yang menampilkan beraneka macam produk kuliner dan kerajinan tangan. Produk kuliner dan kriya khas Kabaena masih diolah dan dikerjakan secara tradisional oleh perajin di Kabaena, serta beberapa produk kuliner (makanan) telah dikemas secara modern guna memudahkan dalam proses pemasaran,”ungkap Hj Andi Nirwana,Selasa (28/9/21).di lansir dalam akun medsos nya.
Lebih lanjut ditegaskan,saya tentu berharap kegiatan Festival Tangkeno menjadi ajang promosi industri pariwisata, khususnya Desa Wisata Tangkeno dan produk kuliner dan kerajinan khas Kabaena yang merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif.
Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana harus bersama-sama mengembangkan dan mempromosikan semua potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kabaena agar menjadi daya tarik daerah dan dapat menopang perekonomian masyarakat.
“Pada penyelenggaraan Festival Tangkeno Tahun 2021, saya bersama Bupati Bombana mengenakan pakaian adat Moronene Kabaena (Duba dan Taincombo) dengan desain dan hiasan motif khas Kabaena (Tokotu’a), yakni motif Buburi Totarica, Buburi Sininta, Buburi Kalo dan Buburi Tandu-Tandu,”papar istri bupati Bombana.
Kabaena saat ini memiliki 9 (sembilan) motif khas yang telah terdaftar dengan sertifikat Hak Cipta (Surat Pencatatan Ciptaan) yang diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sembilan motif tersebut, yakni Motif Buburi Totarica, Buburi Sininta, Buburi Kalo, Buburi Vua Kina, Buburi Olimpopo, Buburi Tandu-Tandu, Buburi Ruruho Petumbu, Buburi Pererei, dan Buburi Sele-Sele. Semua motif Kabaena ini diciptakan oleh Ilfan Nurdin (Tokoh Adat Kabaena).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *