BNP2TKI Harus Pisah Dari Binapenta

  • Whatsapp

photo- imam- budi

JAKARTA-AMUNISINEWS.com-Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) harus memisahkan diri dari Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemenakertrans.

Hal ini agar kinerja dua lembaga ini bisa fokus, dan tidak terjadi tumpang tindih dalam menjalankan kinerjanya.Imam Suroro, S.sos. SH.MM, politisi PDIP, yang kini duduk di Komisi lX, daerah pemilihan Pati, mengatakan, alasan kuat yang diajukan BNP2TKI hingga mau melepaskan diri dari Binapenta, karena ingin penanganan TKI ke luar negeri lebih fokus. Pasalnya, seorang calon TKI yang ingin bekerja ke luar negeri, harus diperhadapkan dengan ribetnya birokrasi perizinan.

“Mereka harus izin ke BNP2TKI dan Binapenta. Kalau beginikan terlalu birokrasi dan menyusahkan TKI. Iya kalau calon TKI nya di sektor formal, kebanyakan kan informal. Makanya karena kebanyakan jalur yang harus dilalui, banyak yang milih jalur tidak resmi,” ungkapnya, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Iman Suroso berharap, agar jelas pembagian kerjanya, siapa yang khusus mengurus TKI luar negeri, apakah BNP2TKI atau Binapenta. Kalau masih dipegang dua, selain menyulitkan calon TKI, juga membuat instansi terkait saling lempar tanggung jawab.

Mestinya BNP2TKI khusus menangani TKI luar negeri dan Binapenta khusus tenaga kerja dalam negeri atau sebaliknya. Kalau tidak, masalah TKI akan begitu terus dan tak bisa diselesaikan,” tegasnya

Waktu awak media menanyakan anggaran antara BNP2TKI dan kemenaker, dia mengatakan formula anggaran tetap seperti semula, dimana anggaran antara BNP2TKI dan kemenaker tetap terpisah.

(budi)

 

Pos terkait