BPJS Buat Susah Masyarakat, Aktivasi Kartu Lelet Warga Berobat Harus Tetap Bayar

  • Whatsapp

BPJSAMUNISINEWS.COM, Bangka– Untuk ke sekian kalinya produk-produk badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS) kesehatan dikeluhkan masyarakat. Kali persoalan aktivasi pengaktifan kartu BPJS kesehatan  sebagai pendaftaran baru peserta yang harus menunggu waktu 14 hari setelah terdaftar menjadi peserta. “Akhirnya masyarakat tidak bisa berobat dengan kartu BPJS. Tidak bisa digunakan walaupun sudah terdaftar sebagai peserta dan harus menunggu sampai 14 hari,” kata kepala perwakilan Ombudsman Bangka Belitung, Jumli Jamaludin.

Ternyata tidak sampai di situ saja yang bikin susah, masyarakat juga keluhkan syarat pendaftaran yang bertele-tele. Akhirnya juga menyebabkan  waktu pelayanan menjadi lamban dan lama. “Keluhan lagi akan syarat pendaftaran pakai SKTM dari RT,  SKTM dari Kepala Desa/ Lurah, rekening listrik  harus daya 900 watt. Yang mengurus pendaftaran baru  hanya bisa diwakili oleh orang yang namanya ada di kartu keluarga. Semestinya SKTM dari Kepala Desa/Lurah sudah cukup mewakili persyaratan pendaftaran sehingga menjadi lebih efsien dan cepat,” ungkap Jumli.

Akibat birokrasi yang bertele-tele tersebut kata Jumli membuat masyarakat kesal. Keluhan juga bukan hanya sekedar masyarakat, akan tetapi juga dikeluhkan pihak Dinas terkait. “Keluhan tersebut diperoleh baik dari keluhan atau laporan masyarakat yang disampaikan di kantor Ombudsman maupun pada saat tim Ombudsman  melakukan kunjungan untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan serta data-data dalam rangka kegiatan program sistemic riview di Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Kondisi seperti ini lanjut Jumli sangat buruk dan harus cepat diselesaikan oleh  pihak BPJS Bangka Belitung. “Masyarakat sudah jadi anggota BPJS tetapi faktanya  terpaksa harus mengeluarkan biaya sendiri dalam berobat, apalagi yang dikategorikan gawat darurat. Belum lagi persoalan pasien  BPJS masih dipungut biaya oleh rumah sakit,” sesalnya seraya menegaskan  akan memanggil cepat pihak BPJS di Bangka Belitung bersama pihak Dinas terkait.

Sementara itu pihak BPJS Bangka Belitung, dr Syaiful  belum memberikan konfirmasinya.(man)

 

 

Pos terkait