Curhat Nasional Pebisnis Handphone Dihantui Tuduhan Penadahan

  • Whatsapp
bobon santoso
Junaidy Santoso, Ketua Panita Curhat Pebisnis Handphone

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Para pebisnis atau penjual handphone terutama pemilik konter sering menjadi tersangka dengan tuduhan penadahan sebagaimana diatur dalam pasal 480 KUHP. Kondisi ini membuat takut sehingga transaksi jual beli alat komunikasi tersebut, terutama handphone  bekas (second) menjadi agak terhambat.

Hal ini seperti diakui beberapa pemilik konter  di Jakarta Barat,  Jakarta Utara  dan beberapa tempat lainnya kepada Amunisinews.com, beberapa waktu lalu. “Sekarang kami agak ragu untuk membeli HP karena sewaktu-waktu bisa dianggap penadah. Ini pernah saya alami,” kata Bun.

Bun pernah dibawa ke kantor polisi karena ternyata HP yang dibelinya adalah HP hasil curian. Dia sempat menginap beberapa hari di kantor polisi bersama pria pencuri yang tertangkap yang menjual HP curiannya kepada Bun. “Saya tak tahu apa-apa dan membeli HP tersebut pun dengan harga pasaran,” kata Bun.

Nah nasib serupa juga dialami beberapa pemiliki konter HP. Ini terjadi karena ketidaktahuan mereka (pemilik konter) tentang makna dari pasal 480 KUHP soal penadahan sehingga banyak yang terjerat tuduhan penadahan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, surat kabar Amunisi berencana menggelar Curhat Nasional (semacam seminar)   bertema Memberikan Perlindungan Hukum Bagi Konter dalam Transaksi handphone.

Seminar dilaksanakan dalam rangtka HUT ke-10 Surat Kabar Amunisi  rencananya dilaksanakan pada Sabtu tanggal 20 Mei 2017 di aula Gedung Trisula Perwari, di Jalan Menteng Raya No, 35 Jakarta Pusat. Hadir sebagai pembicara dari Divisi Humas Polri, pakar hukum pidana DR Eggy Sudjana SH, MSI, anggota Komisi III DPR-RI Wihadi, SH dengan moderator dari Ikatan Jurnalis dan Penulis Indonesia (IPJI).

Ketua Panitia, Junaidy Santoso, yang juga jurnalis muda Amunisi mengatakan seminar ini merupakan wujud dari kepedulian koran Amunisi terhadap perlindungan hukum para pemilik konter dan masyarakat luas, yang selama ini belum mengetahui banyak batasan-batasan penadahan seperti yang diatur dakam pasal 480 KUHP. Di dalam seminar nanti akan dikupas hal mana saja yang bisa dikatagorikan tindakan penadahan.

“Saya pikir ini sederhana tapi sesungguhnya akibat ketidaktahuan kita terhadap batasan-batasan tersebut membuat kita menjadi bagian atau pihak yang lemah ketika terjerat pasal tersebut. Karena itu, seminar ini sangat baik untuk diikuti,” kata Junaidy Santoso.

Bagi pemilik konter yang berminat mengikuti seminar atau Curnat Nasional ini dapat menghubungi panitia di kantor redaksi Amunisi di Jalan Pintu Besar Utara No. 6 Kota Tua Jakarta Barat, telpon (021) 6983-7953 atau 087887845777. (mus)

Pos terkait