Dana Desa Anggaran Tahun 2021 Desa Batujaya Diduga Ada Penyimpangan

Oleh: Asep Sukmana

KARAWANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa diutamakan dilakukan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya/bahan baku lokal dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat Desa setempat.

Dana Desa anggaran Tahun 2021 untuk Desa Batujaya Kecamatan Batujaya, diantaranya ada anggaran untuk pelaksanaan peternakan ikan Lele dan Penanaman budidaya Kembang Kol.

H. Hilma Kades (Kepala Desa) Batujaya saat di konfirmasi via Telpon Seluler (28/01/22) melalui WA (Whatsapp) tentang siapa penerima bibit ikan lele dan siapa pelaksana penanaman budidaya Kembang Kol, “Ya pak nanti ya ke rumah pak Lili yg tau juga di lapangan ya sekalian silaturahmi.”

Lili sebagai perangkat Desa Batujaya ketika di konfirmasi lewat lewat WA (31/01/22) menjelaskan, “Saya tidak tahu tentang itu, coba tanyakan kepada Sekdes atau Bendahara.”

Heru Sekdes (Sekertaris Desa) Desa Batujaya lewat WA menjawab, ” Kalau di bacain saya lupa nama2nya, tar saya tanyain dan lihat datanya di bendahara dan laptop, makasih.”

Bendahara Desa yang bernama Imam saat dikonfirmasi melalui WA (31/01/22) mengenai siapa yg menerima bantuan ternak lele anggaran 2021 dan didaerah, siapa penerima bantuan pembibitan kembang kol anggaran 2021, sampai berita ini tayang belum menjawab.

Dengan saling lempar jawaban tentang penerima bantuan bibit ikan lele dan penerima bantuan kembang kol dari Dana Desa maka diduga ada penyimpangan Dana Desa Anggaran Tahun 2021 di Desa Batujaya Kecamatan Batujaya.

Marojak sebagai ketua LSM ICON-RI DPW Jawa Barat menyayangkan sikap pegawai pemerintah Desa Batujaya yang terkesan tertutup bahkan lempar tanggung jawab dan berupaya melakukan pembohongan publik.

“Sesuai dengan jabatan mereka masing – masih sudah semestinya bisa memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi wartawan terkait program tersebut. Sesuai dengan data yang kami miliki bahwa salah satu kegiatan (Pembangunan Rumah Pembibitan) sebagai penerima kegiatan bernama Heru Fanhoten SH,” ucap Marojak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.