Dewan Adat Dayak Kecamatan Sungai Laur Gelar Pemilihan Ketua

Oleh : Roesliyani

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Sabtu 12 Maret 2022 telah diadakan pemilihan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Sungai Laur di Gedung Serbaguna Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dan sebanyak 11 Desa dari ketua-ketua adat (Demong Adat) yang menjadi peserta pemilih yang punya hak pilih untuk memilih Ketua DAD yang baru.

Bacaan Lainnya

Dari sebelas Desa Suku Dayak yang ada di Kecamatan Sungai Laur tersebut, antara lain dua hak pilih dari perwakilan Kecamatan Sungai Laur, termasuk mantan DAD yang lama. Dua hak pilih lainnya, dari perwakilan Kabupaten Ketapang termasuk DAD Kabupaten.

Hasil konfirmasi tim Amunisi saat menjumpai salah satu Demong Adat yang tidak ingin di sebutkan namanya menjelaskan, “ada lima belas hak pilih yang ikut memilih calon ketua DAD kecamatan yang baru. Kami memilih berdasarkan hati nurani, kami tidak mau dalam menentukan hak suara kami mencederai proses demokrasi. Kami memilih calon yang benar-benar mampu memperjuangkan aspirasi kami di segala lini dan tentunya bisa bersinergi di lintas sektoral khususnya di Kecamatan Sungai Laur dan umumnya untuk masyarakat luas,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, “calon DAD kecamatan ada dua Orang Tokoh Masyarakat, yang keduanya sama-sama punya elektabilitas yang baik di masyarakat. Namun karena ini proses pemilihan tentu kami harus di hadapkan dengan pilihan yang harus memilih salah satu yang terbaik dan yang lebih baik,” tutupnya.

Di tempat yang berbeda, tim Amunisi menemui Jimmy Bidayu S.H, salah satu calon DAD kecamatan Sungai Laur, sekaligus pemenang dalam pemilihan ketua Dewan Adat Dayak, dengan jumlah 11 suara yang memilihnya  dari 15 pemilih Sabtu lalu dan dalam wawancara tersebut Jimmy menjelaskan, bahwa dirinya ingin memberikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak di Kecamatan Sungai Laur.

“Saya punya terobosan kedepan, bagimana cara kita supaya tidak ada masalah, baik itu masalah antara masyarakat dan masyarakat juga masalah masyarakat dengan perusahaan yang saat ini selalu menjadi perbincangan hangat di lingkungan kita. Dan harus ada trik masing-masing dalam menyelesaikan setiap masalah,” imbuhnya.

Alumni Fakultas Hukum lulusan Untan ini, sangat mengapresiasi semua panitia penyelenggara yang bekerja sangat profesional. “Karena yang di undang menyaksikan pemilihan, bukan hanya masyarakat adat Dayak saja, ada juga dari perwakilan Majelis Adat Budaya Melayu Kecamatan dan tokoh masyarakat serta tokoh Agama lainnya, termasuk mantan ketua DAD yang terdahulu, yang selama ini menjadi motivasi saya dan acuan saya untuk meneruskan jejak langkah karirnya. Nongah Ombo, bapak semua tetap guru kami, bimbing dan tegur kami jika ada yang salah dalam menjalan amanah ini,” harapnya.

Jimmy juga menjelaskan bahwa masyarakat Dayak punya Adat dan budaya dari nenek moyang yang harus tetap dijaga dan dilestarikan, agar peradaban jaman tidak menghilangkan budaya leluhur.

“Kita hidup harus saling berinteraksi sesama masyarakat umum, pendapat dan saran perlu kita dapatkan dari luar juga, termasuk kritikan yang sifatnya membangun. Sumber Daya Manusia juga perlu ditingkatkan, karena kita semua manusia, tidak satupun yang di ciptakan sempurna. Maka ketika kita mendapat amanah seperti ini, kita harus menjaganya dan meng-implementasikannya dengan baik, agar kita bisa menjadi panutan bagi regenerasi kita kelak. Kepada semua teman, sahabat dan keluarga besar Dewan Adat Dayak saya minta do’a restunya, agar saya di jauhkan dari sipat otoriter, diktator dan sebagainya. Jabatan DAD cukup panjang dan selama enam tahun kedepan saya dan struktural DAD Kecamatan Sungai Laur akan berusaha melaksanakan tanggung jawab serta amanah ini dengan maksimal, agar masyarakat adat dan masyarakat umum lainnya merasakan imbas dari kerja kami,” tutup Jimmy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.