Diduga Ada Aroma Persekongkolan dalam Penetapan Pemenang Tender Paket Jembatan Nadi

  • Whatsapp
lpse babel
Kantor LPSE Babel

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM–Keputusan Pokja lelang Unit Lelang Pengadaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada paket Jembatan Nadi dengan pagu dana Rp 7,2 Milyar Tahun Anggaran 2017 yang menggugurkan PT Promix secara sepihak dan mengumumkan PT SMA sebagai pemenang diduga ada Persekongkolan dan sudah masuk dalam persaingan yang tidak sehat, serta langgar PerPres No.54 Tahun 2010 dan diubah dengan PerPres No.04 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya dan aturan turunannya.

Hal tersebut diketahui berdasarkan penelusuran internet, amunisinews.com menemukan beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh Pokja Ulp pokja pada paket pembangunan jembatan Nadi.

Di antaranya tidak adanya undangan klarifikasi kepada PT Promix secara langsung, undangan klarifikasi dikirim via lpse dan terahir pengguguran terhadap PT Promix serta langsung mengumumkan PT SMA sebagai pemenang.

Tindakan tersebut diduga sengaja dilakukan Pokja ULP untuk memenangkan PT SMA hanya dengan alasan tidak hadir dalam klarifikasi, padahal panitia sudah mengetahui kalau PT Promix ini adalah perusahaan luar daerah, jadi tidak mungkin menghadiri klarifikasi dalam waktu sehari sejak undangan via lpse dibaca.

Sementara itu Ketua ULP Provinsi Bangka Belitung Amransyah Muslimin saat dikonfirmasi menjelaskan, PT Promix tidak memenuhi klarifikasi teknis terkait pengalaman perusahaan,

“Wassalam..menurut pokja, perusahaan tersebut tidak memenuhi klarifiksi teknis terkait pengalaman perusahaan untuk pembungunan jembatan beton, pondasi tiang pancang dengan bentang minimal 12 meter. Sesuai dengan dokumen pengadaan,” jelasnya via pesan singkat Selasa (21/06/2017).

Sebelumnya diketahui paket Jembatan Nadi dengan nilai HPS Rp 7,2 Milyar dilelang ulang karena saat itu menurut Ketua Unit Lelang Pengadaan (ULP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Amransyah Muslimin berdasarkan laporan Pokja, setelah di evaluasì tidak ada satupun perusahaan yang menjadi pemenang, oleh sebab itu paket ini dilelang ulang.
Berdasar pantauan dari LPSE Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada 4 peserta yang ikut dalam lelang, yaitu 1. PT Adik Abang. 2.PT Karya Mulia Nugraha. 3.PTPromix Prima Karya. 4.PT SMA. (herman)

 

 

Pos terkait