Diduga Ada Kongkalikong Pihak BPNT Kabupaten Takalar Untuk Meraup Keuntungan Dari KPM

Oleh: Hamzar Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Proses Penyaluran Bantuan Sosial (BANSOS) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2022 Periode Januari, Februari dan Maret di Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sul-Sel, diduga menyalahi aturan sesuai perundang-undanangan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, disinyalir adanya intervensi dari pihak penyalur dan pihak agen e-warung untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dari hasil penelusuran media ini di lapangan, dimana proses penyaluran bantuan tersebut didapati banyak kekeliruan dan tidak sesuai dengan Surat Edaran Kementrian Sosial (SE-Kemensos).

Yang dimana dalam SE Kemensos, Bansos BPNT yang diterima KPM tidak lagi berbentuk Non-Tunai yang biasanya diambil dari E-warung, namun dalam bentuk Tunai dari PT. POS Indonesia.

Bansos BPNT yang ditunaikan tersebut, harus dibelanjakan sendiri oleh KPM sesuai kebutuhan Pokok yang dia perlukan seperti Beras, Telur, Sayur, dan Ikan di toko mana saja, tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Namun, ternyata masih ada yang pihak-pihak tertentu dalam hal ini E-Warung dan Suplyer yang mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi dari KPM Penerima Bansos. Seperti yang terjadi di Kelurahan Pate’ne, Bulukunyi, dan Desa Su’rulangi, Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar.

Dimana, sejumlah KPM yang menerima uang Rp600,000 diarahkan ke E-warung untuk menyetor sejumlah uang yang diterimanya sebesar Rp 600.000 lalu kemudian diberi bahan pangan telur 3 rak 6 butir, beras 3 karung 30 kg, buah apel 3 jaring sekira 12 biji.

Dan bilamana di total dari harga keseluruhan bahan pangan yang diterima per KPM tersebut hanya berkisar Rp 400,000, jadi sisanya Rp 200.000 disinyalir menjadi keuntungan Agen e-warung

Dikutip dari pernyataan dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bahwa, dirinya merasa diancam dan ditekan oleh oknum agen dengan diberikan undangan disertai surat pernyataan tertulis yang harus ditandatanganinya.

Sejumlah KPM mengaku ketika agen membawakan undangan disampaikanya bahwa setelah diterima uangnya Rp 600.000 langsung di bawa ke agen warungnya untuk dibelanjakan, jika dirinya belanja bukan pada agen E-warung yang ditentukan maka diancam tidak diberikan lagi bantuan tahap berikutnya.

Hal tersebut sebagaimana pengakuan dari sejumlah KPM di Kelurahan Pate’ne, Bulukunyi dan Su’rulangi yang minta dirinya tidak disebutkan namanya.

Terkait hal tersebut, salahsatu Agen e-warung di Kelurahan Pate’ne, Ibu Tiwi yang ditemui pada 28/2/2022, mengakui dirinya mengantarkan undangan ke KPM yang cair dananya, namun tidak diakuinya memaksa KPM harus belanja di warungnya, melainkan menyampaikan bahwa uang yang diterima KPM harus dilaksanakan sesuai petunjuk bahan pangan yang karbohidrat, protein, nabati, seperti telur, beras, buah dan sayuran.

Dikutip dari hasil keterangan salah satu Agen E-Warung di Kelurahan Pate’ne mengatakan bahwa “barang yang disalurkan ke KPM milik suplyer penyedia barang atas nama Awing Panrita Lino, agen tersebut mengaku barang yang di ambil dari suplyer Awing, seperti telur per rak seharga 50 ribuan dan di jual ke KPM 60 ribu per rak, beras di jual ke KPM 10 ribu/kg,” katanya.

Sementara TKSK pendamping BPNT Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Hariansyah saat dihubungi via phonselnya pada tanggal 28 Februari, mengaku tidak tahu menahu tentang adanya agen E-warung yang memaksa KPM belanja di warungnya dengan harga tinggi, dirinya tidak terlibat dengan hal penjualan bahan pangan oleh KPM yang di lakukan oleh agen.

TKSK Hariansyah menyampaikan bahwa KPM bebas belanja di toko atau warung dimana saja asalkan bahan pangan yang dibelanjakan sesuai petunjuk yang mengandung proteine, mineral, karbohidrat, nabati dan hewani, jika KPM dianggap mahal barangnya di warung agen maka pindah belanja di warung yang lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.