Diduga Lakukan Tindak Pidana, Wiyanto Halim Dilaporkan Ke Polisi

  • Whatsapp

Oleh, Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Diduga telah melakukan tindakan pidana melawan hukum, Wiyanto Halim pria yang sudah lanjut usia (87) atau kakek-kakek dilaporkan ke Polres Metro Tangerang oleh Suherman Mihardja SH MH, advokat yang juga pengembang properti/kawasan di Tangerang.

Menurut penasihat hukum Suherman Mihardja, Peter Wongsowidjojo SH MH laporan terhadap Wijanto Halim sesuai dengan LP Nomor : TBL/B/47/I/ 2021/PMJ/Restro Tangerang Kota tanggal 17 Januari 2021.

Laporan tersebut kini dalam proses penyidikan sesuai dengan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) tanggal 22 Juni 2021 terkait atas dugaan perbuatan melawan hukum berupa menempatkan keterangan palsu ke  dalam Akta Otentik dan atau penggelapan hak atas barang yang sesuai yang diatur Pasal 266 KUHPidana dan atau 385 KUHPidana.

Hal itu berhubungan dengan dilakukannya transaksi jual beli 23 bidang tanah di Desa Jurumudi , Kecamatan Benda , Kota Tangerang dengan PT Profita Puri Lestari Indah (PPLI).

Padahal, sebelumnya lahan tersebut telah dijualnya kepada (alm) Surya Mihardja, ayah Suherman Mihardja sehingga tanah  yang sama menjadi milik sah Suherman Mihardja sebagai ahli waris Surya Mihardja almarhum.

Menurut Peter Wongsowidjojo, Selasa (3/8/2021), serangkaian dugaan tindak kejahatan Wijanto Halim terungkap dalam gugatan PT PPLI terhadap Badan Pertanahan Kota Tangerang yang diajukan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang, Banten, dengan Nomor 40/G/2020/PTUN-SRG tanggal 16 September 2020.

Disebutkan bahwa Wijanto Halim menyerahkan 23 (duapuluh tiga) AJB tahun 1978 a/n Johanes Gunadi dan juga Girik/Letter C 2135 hasil peleburan atau penyatuan atas Girik-girik pada 23 (duapuluh tiga) AJB tersebut kepada PT PPLI. “Wijanto Halim kemudian melakukan transaksi jual beli  berdasarkan Surat Kuasa No.82 dan No.83, yang dibuat oleh Notaris Raden Muhamad Hendarmawan SH pada tanggal 23 Januari 1981 di Jakarta, dan Surat Kuasa tersebut juga digunakan pada transaksi dengan orangtua klien (Surya Mihardja),” ungkap Peter

Transaksi dilakukan di hadapan  Notaris Yan Armin SH dan dibuatkan 22 ( dua puluh dua)  Akta Pelepasan Hak tanggal  3 Oktober 2013 dengan dasar Girik-girik pada 23 (duapuluh tiga) AJB tahun 1978. “Sebenarnya girik tersebut sudah dilebur atau disatukan atau dimatikan dan diubah menjadi Girik C-2135 dan sepatutnya Notaris Yan Armin SH menggunakan Girik/Letter C 2135 sebagai data mutakhir yang berlaku sebagaimana transaksi yang dilakukan orangtua Pak Suherman Mihardja pada tahun 1988,” jelas Peter.

Atas perbuatan tersebut, Wijanto Halim juga dilaporkan oleh PT PPLI ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penipuan dan penggelapan sesuai dengan Pasal 378 KUHPidana dan pasal 372 KUPidana. “Terkait transaksi jual beli tanah seluas 60.000 meter persegi di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, saksi korban menderita kerugian sebesar Rp 11.964.800.000 (Rp11,9 miliar lebih).

Sialnya lagi, tanah yang sama telah dijual yang bersangkutan kepada orangtua Suherman Mihardja, Surya Mihardja. Hal itu dilakukan Wijanto Halim dengan menyalahgunakan Surat Kuasa Johanes Gunadi. Padahal, pemberi kuasa sudah meninggal pada tahun 1987 yang seharusnya Surat Kuasa tersebut sudah tidak berlaku lagi sebagaimana diatur pada pasal 1813 KUHPerdata  bahwa kuasa akan berakhir apabila pemberi kuasa tersebut meninggal dunia.

Menurut Peter, seharusnya PT PPLI melakukan gugatan perdata yang ditujukan kepada Wijanto Halim atas dugaan perbuatan melawan hukum terkait transaksi jual beli di Notaris Yan Armin SH. “Bukan menggugat Kantor Badan Pertanahan Kota Tangerang di PTUN Serang untuk membatalkan sertifikat milik klien kami (Suherman Mihardja). Sebab, sertifikat atas nama Suherman Mihardja sudah sah dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap (inchracht) berkaitan dengan persengketaannya dengan Wijanto Halim,” tutur Peter.

Wijanto Halim maupun penasihat hukumnya yang berusaha dimintai tanggapan atas pengaduan Suherman Mirhardja, belum berhasil. Demikian pula penasihat hukum PT PPLI belum

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *