Diduga Tak Sesuai Plang Baliho Dipertanyakan

  • Whatsapp

tak sesuaiplang- casbanAMUNISINEWS.COM, Bekasi – Kegiatan pekerjaan untuk pembuatan plang reklame (baliho) yang berada di depan halaman DPRD Kota Bekasi di soal, karena tahap pelaksanaan fisik dengan memakai bahan matrial yang diduga tidak sesuai rancangan anggaran belanja (RAB) dan juga terlalu berlebihan anggaran yang di serap untuk dua buah bahan matrial yang telah pasang.

Anggaran yang dikucurkan untuk plang reklame satu unitnya senilai Rp  31,000,000 yang diajukan untuk dua unit plang,total anggaran sebesar Rp  63,460,000, sumber dana anggaran yang telah diserap adalah dari anggaran pendapatan belanja darah (APBD) 2016.

Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) inisial  M menjelaskan, memang anggrannya semua Rp63,460,000 satu unitnya 31,000,000 anggaran 2016, kalau perbedaan plang yang didepan sama yang di dalam depan masjid. “Nanti saya akan beritahu kepada PAnya,” ucap M di ruang kerjanya pada Jum’at (27/5) waktu lalu.

Setelah tibanya salah satu staf M datang dan langsung memperkenalkan, “ini dari PAnya,” katanya.

Pejabat pengguna anggaran (PA) yang hendak datang yang diinformasikan sedang sakit, yang datang adalah staf yang diutus oleh PA, ia pun menjelaskan, “pekerjaan yang di maksud memang anggarannya segitu coba nanti saya kabarin saya kontek pihak ketiganya,” tuturnya diruang PPTK.

Hal itu, di selang beberapa hari hadirlah salah satu pelaksana pekerjaan yang mengerjakan plang reklame bersama PPTK M, yang memang sudah dihubunginya dan tiba-tiba datang menghampiri. Tak tahu arah maksud dan tujuannya apa, tanpa basa-basi memberikan sesuatu kepada rekan media cetak dan online yang mau komfirmasi sekaligus mengklarifikasi kebenaran terkait adanya pelaksanaan proyek pembangunan pembuatan plang reklame yang telah dibangun dihalaman samping gedung DPRD Kota Bekasi.

Sambil mengatakan kepada dua rekan media cetak dan online,”dah saling dikit bang,” paksanya pelaksana kepada kedua rekan media setelah bertemu PPTK dan konraktornya guna mengklarifikasi kebenarannya sambil memberikan sesuwatu tak tahu apa isi di dalamnya hingga terjatuh ke lantai.

Karena mereka merasa kesal terhadap PPTK dan pemborong plang reklame bukannya memberi jawaban komfirmasi terkait proyek plang reklame malah mencoba menyuap dengan memberikan sesuatu yang tak tahu apa isinya di dalam amplop berwarna putih,mencoba untuk menutup-nutupi kesalahannya tersebut.

Merekapun mencoba menanayakan maksudnya apa ini datang-datang tanpa basa-basi dan memperkenalkan diri malah langsung salam dan memberikan sesuatu di dalam amplop yang tak tau apa isinya.

“Maksunya apa datang tiba-tiba tanpa memperkenalkan diri malah mencoba memberikan sesuatu yang tak tahu apa isinya dan di tolak hingga terjatuh ke lantai di depan halaman dewan.”

Terpisah menurut,  Lembaga Swadaya Masyatakat (LSM) kordinator Bidang Anggaran Dan Aset Negara Nasional Corruption Watch (Lsm NCW) Bonggar.M, menanggapi persoalan ini,  bahwa bila memang demikian itu merupakan ada dugaan persekongkolan antara dinas dan kontraktornya sehingga adanya pembiara,sementara jelas dalam Pasal 7 ayat 1 , UU No.20
Tahun 2001, pemborong,ahli bangunan yang pada waktu membuat bangunan,atau penjual bahan bangunan yang pada waktu menyerahkan bahan bangunan, melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan keamanan orang atau barang dan setiap orang yang bertugas mengawasi pembangunan atau penyerahan bahan bangunan, dengan Sengaja membiarkan pemborong pada saat pengawasan membiarkan adanya perbuatan curang adalah korupsi.

Ditambah lagi dengan adanya percobaan penyuapan terhadap mereka itu sudah melanggar hukum. Bahkan kalo sampai hal ini mereka mencoba melakukan kemereka, berarti itu benar apa yang terjadi mereka antara oknum M dan K memang ada main mata terkait persoalan yang terjadi beberapa pekan lalu,” ucapnya * (Cas)

Pos terkait