Dinas Pangan dan Pertanian Gelar Pelatihan Alsintan, Berharap Tenaga Kerja Bisa Teratasi

  • Whatsapp

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID –  Upaya menjadikan petani lebih mudah untuk bekerja mandiri dikarenakan minimnya tenaga kerja serta maksimalkan hasil pertanian,Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo gelar pelatihan alat dan mesin pertanian (alsintan).Dalam pelatihan tersebut mendapat apresiasi kembali dari masyarakat, khususnya petani di rea millenium akan kurangnya tenaga kerja.

Saat di temui Amunisi dilokasi  Ahmad Bisri salah satu ketua Poktan Sumber Rezeki 1 Desa Prasung Kecamatan Buduran Sidoarjo mengatakan,”saya berterima kasih kepada dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, dengan pelatihan ini supaya petani  lebih mandiri,lebih pandai mengoperasikan mesin Rice Transplanter (alat mesin penanam padi)dan Hand Traktor.

“Disini tidak ada petani muda,hanya ada ibu-ibu yang usianya diatas 60 tahun,jadi kalau untuk tanam terpaksa kekurangan tenaga.Dengan pelatihan para petani tidak butuh tenaga lain,ucap Bisri Kamis(16/9/21)di lokasi.

Sementara itu Sutejo SP,  Kepala Seksi (Kasi)Tata guna lahan air dan alsintan kepada Amunisi mengatakan,kegiatan ini sudah yang ke empat untuk pelatihan alsintan, yang sebelumnya kemarin sudah didahului Porong,Krian,Sukodono,dan hari ini di tempatkan di Desa Prasung Buduran.

Jadi dengan adanya pelatihan Alsintan ini diharapkan taman-teman bisa  mengoperasionalkan alsintan, baik itu.

Rice Transplanter (alat mesin penanam padi)dan Hand Traktor ataupun Combine.Untuk di Desa Prasung ini teman-teman dilatih untuk operasionalkan traktor sama transplanter(mesin tanam).

Dialokasikan ke gabungan kelompok tani kan sekalanya besar dan bantuannya lebih banyak dijatuhkan pada gapoktan.Jadi salah satunya tujuannya  peningkatan produksi pertanian dan peningkatan pendapatan.

“Peningkatan produksi saja tidakkah cukup,makanya petugas kita dilatih dari produksinya iya dan pemasarannya iya.Dari sisi penggunaan teknologi pertanian itu,di Kabupaten Sidoarjo kurang tenaga kerja karena industri dipertanian kurang menarik untuk di Sidoarjo,”jelas Tejo.

Tejo menambahkan,dengan pelatihan ada harapan apabila nanti petani bilamana, mengalami kesulitan dalam operasionalnya paling tidak teman- teman petugas itu baik mantri ataupun penyuluh bisa memberikan solusi,memberikan alternatif bagaimana agar transplanter atau traktor tersebut bisa berfungsi kembali.

Yang ke dua atau selain itu sistem management pengaturan operasional alsintan ini selalu disampaikan sebelumnya sebelum pelatihan.

Sehingga mana daerah yang perlu alsintan ,mana daerah yang tidak perlu sehingga kebutuhan alsintan akan tercukupi.Kalau disini ada brigade alsintan bantuan tahun 2017 dari kementrian Pertanian ,itu berupa mesin Tanam dua,Traktor dua, Combine kecil 2 sama pompa.

Senada Mochammad Mahfudz menambahkan kalau di Prasung khususnya mungkin di Sidoarjo pada umumnya ini salah satu solusi di dalam yang namanya pertanian sekarang adalah langka dengan tenaga kerja.Lah ini solusinya sehingga kita tetap turun pada beralih pada mekanisasi Aslintan solusinya.

“Mulai dari bercocok tanamnya sampai panen kita menggunakan alsintan.Itu solusi yang paling bagus.Tenaga kerja sekarang katakan di era sekarang petani sudah banyak yang tua-tua,”kata Mahfudz.

Dalam hal ini tenaga kerja yang regenerasi ada tetapi sangat minin sekali ,mereka lebih senang turun di luar dari pada turun di lumpur.Padahal sebenarnya petani itu sendiri sangat menjanjikan kalau dikelola secara benar.Hanya saja sekarang gengsi dinomer satukan sehingga ada pergeseran.

Selaku penyuluh Kabupaten saya berharap petani bisa terampil mengoperasikan alsintan ini.Sehingga mereka  tidak banyak-banyak lagi untuk membuang biaya tenaga kerjanya.Dan dengan menggunakan Alsintan kapasitas untuk mengolah satu hektar itu lebih singkat lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *