DITPID IV Narkoba Bareskrim Polri, Ungkap Sindikat Home Industri Obat Keras Ilegal di Cibinong

Oleh: Lambas

BOGOR, AMUNISINEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana IV (Ditpid) Narkoba Bareskrim Polri bersama Dit. Narkoba Polda Jabar, Polres Bogor, dan Polsek Cibinong, gelar konferensi pers terkait terungkapnya produksi obat-obatan keras ilegal, di Ruko LMC Cibinong, Rabu (26/01).

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers, Wakil Ditpid IV Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Jayadi, menyampaikan bahwa penemuan pabrik obat-obatan ilegal tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan bersama jajaran Polda Jabar, Polres Bogor dan Polsek Cibinong, melalui informasi dari masyarakat.

“Ini berawal dari laporan masyarakat dengan adanya peredaran obat-obatan ilegal di wilayah Jabodetabek, dimana tim kita memulai penyelidikan di salah satu warung di Depok, berkisar pukul 19:00 WIB, Selasa (25/01) dan dari hasil interogasi, bermuara ditempat ini maka langsung kami lakukan penggerebekan,” ungkap Jayadi.

Dari hasil penggerebekan berhasil diamankan seperti; mesin produksi, bahan baku, obat-obatan hasil produksi yang hendak dikemas maupun yang sudah dikemas, juga siap edar.

Kata Jayadi, sebagai barang bukti berupa satu kardus obat-obatan tablet berwarna putih yang berisi 40 ribu butir dengan logo AN, 30 ribu butir tablet berwarna putih, 5 ribu butir tablet berwarna putih dengan logo yang sama, 2 buah box container yang berisikan serbuk berwarna kuning, 1 box container yang berisikan serbuk berwarna putih, 1 juta tablet berwarna putih hasil proses produksi ilegal yang masih tersimpan dalam lemari.

Sampai saat ini sudah 8 orang yang diamankan, berdasarkan saksi-saksi dan alat bukti yang didapat dan sementara 3 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial: IW, WB dan IN, dan untuk yang lainnya masih menunggu perkembangan akan peran masing-masing dan secepatnya akan ditetapkan statusnya.

Modus yang digunakan tersangka dengan menyewa ruko dan dijadikan sebagai tempat reparasi mesin sekaligus menjadi tempat produksi obat-obatan ilegal.

“Para tersangka mengedarkan obat-obatan tersebut di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tanggerang dengan harga 1 juta per-box, sementara pemilik ruko masih dalam tahap pendalaman pihak penyidik apakah punya keterlibatan,” kata Jayadi.

Di kesempatan yang sama, Kapolsek Cibinong Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, mengajak seluruh masyarakat khususnya di wilayah Cibinong, agar kasus seperti ini diperangi bersama-sama demi generasi muda sebagai penerus bangsa dan jangan sampai generasi rusak karena obat-obatan.

Atas perbuatannya para tersangka melanggar pasal 196 dan pasal 197, Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 yaitu memproduksi, mengedarkan kesediaan farmasi tanpa izin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.