DKI Jakarta Butuh Pemimpin Yang Bukan Modal Ceplas Ceplos

  • Whatsapp
Komjen (Purn) Nugroho Djajusman. (Gambar : Istimewa)

Oleh : Budi Setiawan

 

Muat Lebih

AMUNISINEWS.COM,Jakarta – Kurang lebih satu musim lagi, Pilgub DKI Jakarta akan terselenggara. Selain calon petahana Basuki Tjahaya Purnama yang akan maju di Pilgub DKI Jakarta akan datang. Nama-nama besar seperti Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno,Tri Rismaharini dan nama-nama besar lain yang sudah terdengar di telinga masyarakat ibukota siap maju menghadapi Ahok di Pilgub DKI Jakarta nanti.

Hingga saat ini, baru Yusril Ihza Mahendra dan Sandiaga Uno yang terlihat siap oleh masyarakat Ibukota untuk maju di Pilgub DKI Jakarta tahun depan.

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Nugroho Djajusman mempunyai pandangan tersendiri untuk para calon Gubernur DKI Jakarta yang siap maju di Pilgub nanti.

“Menurut saya, Gubernur DKI saat ini biasa-biasa saja. Modal ceplas-ceplos, Program-programnya juga meneruskan yang lama,” ujar Nugroho via seluler pada Amunisinews  Selasa (2/5) malam.

Saat ini pemimpin dengan role model bersih, berani dan merakyat sudah banyak ditemui di Indonesia. Nugroho juga melihat para calon yang siap menghadapi Ahok di Pilgub DKI Jakarta nanti juga mempunyai peluang untuk menjadi DKI 1.

“Saya melihat beberapa calon yang siap maju nanti mempunyai peluang untuk menghadapi Pilgub DKI nanti,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Tentunya masyarakat Jakarta harus sadar penuh pada saat menentukan dan memilih Pilgub DKI Jakarta nanti. Jakarta sebagai pusat pemerintahan akan merasakan imbas dari para pemimpin yang akan memimpin Ibukota hingga lima tahun kedepan.

Opini masyarakat Jakarta saat ini pun bermacam-macam. Bahkan banyak masyarakat Jakarta mengatakan, Jakarta saat ini adalah Jakarta yang tidak bersahabat untuk orang yang tidak mampu.

Jakarta saat ini hanya untuk orang-orang yang mampu membuat gedung-gedung bertingkat hingga membuat pulau di sudut utara Ibukota.

Nugroho juga menghimbau agar masyarakat Jakarta tidak mudah  terayu oleh bujuk rayu para calon pemimpin yang melakukan ‘Money Politic’.

“Masyarakat jangan tergiur dengan calon gubernur yang tidak mempunyai visi dan misi, Untuk perubahan Jakarta lebih baik. Jangan tergiur dengan uang yang di bagi-bagi oleh calon gubernur.  Hanya dengan 50rb-100rb diutamakan, tetapi lima tahun kedepan tentunya nanti dapat menyesal, hindari money politic,” ungkap Nugroho.

Untuk masyarakat korban penggusuran mengatas namakan lahan milik negara atau pembuatan ruang terbuka hijau. Pemprov harus memperhatikan para koran penggusuran tersebut. Bukan hanya menyiapkan Rusun sewa seumur hidup.

“Harapanya semoga nanti DKI Jakarta harus dipimpin oleh mata hati yang lebar-lebar, Jangan Masih banyak calon gubernur DKI yang mempunyai jiwa kepekaan terhadap masyarakat Jakarta, khususnya masyarakat kecil,” tegas Nugroho.

Pos terkait