Dua Tempat Hiburan Malam Dicekal Satpol PP Kota Tual

  • Whatsapp
received_1286550238022847
Ingratubun

AMUNISINEWS.COM, TUAL – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tual ( Satpol- PP ), menggelar operasi rahasia di sejumlah tempat hiburan malam, diantara sejumlah lokalisasi tempat hiburan malam yang di duga kuat menjadi tempat prostitusi secara resmi telah di tutup pada tanggal 7 September 2016 kemarin Selain adanya dugaan kuat sebagai tempat prostitusi dua lokalisasi tersebut yang telah terindikasi dengan penyalahgunaan izin oprasional yang tidak sesuai dengan peruntukanya membuat geram semua pihak terutama masyarakat yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Hal ini dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kota tual Drs. A.Ingratubun kepada AmunisiNews.com Sabtu (10/09) di ruangan kerjanya Ingratubun mengatakan bahwa surat izin yang di keluarkan oleh Pemerintah kota tual saat itu adalah untuk menjadikan kedua tempat usaha tersebut sebagai Cafe dan karoeke Namun di balik usaha Marine Cafe dan Karoeke Arema yang notabene dijadikan sebagai simbol usaha, dibalik usaha tersebut ada penyimpangan yang bermuara sebaai tempat prostitusi.

Lebih lanjut Ingratubun membeberkan sebelum kedua lokalisasi tempat hiburan malam yang telah di tutup, kedua pemilik Usaha tersebut kita undang supaya memberikan pembinaan sekaligus peringatan sebagai pencegahan agar kedua lokalisasi tersebut tutup.

Langkah ini dilakukan agar mencegah terjadinya dampak yang buruk bagi masyarakat, apalagi kedua lokalisasi yang berkedudukan di area pemukiman membuat kekuatiran bagi pertumbuhan bagi generasi muda yang masih duduk di bangku pendidikan. Selain itu dua lokalisasi yang setiap saat kerap menimbulkan perkalian dan kebisingan di area pemukiman membuat sejumlah masyarakat resah terhadap kedua usaha tersebut. “Sehingga langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Tual adalah penutupan dua lokalisasi agar tidak mengganggu ketentraman lingkungan setempat,” katanya Lebih lanjut dikatakan Ingratubun, kedua tempat hiburan malam yang telah menjadi penyakit masyarakat tersebut sebaiknya dipindah ke lokasi yang representatif jauh dari pemukiman masyarakat Karena sesuai peraturan perundang – undang yang berlaku, sebagaimana yang tercantum dalam peraturan daerah No 8 thn 2014 tentang ketentraman dan ketertiban umum maka kedua lokasi tersebut sebaiknya berlokasi di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk. Selain itu Ingratubun menambahkan, Satuan Polisi Pamong Praja telah melakukan rapat kordinasi antara Dinas pendapatan dan kantor pelayanan terpadu agar tidak melakukan penagihan retribusi maupun pajak dalam bentuk apapun karena usaha tersebut telah resmi ditutup.

Ingratubun menambahkan lewat rapat Kordinasi antar SKPD terkait maka Laporan tertulis yang telah di sepakati bersama menjadi bentuk laporan untuk di serahkan kepada Walikota Tual Adam.Rahayaan S.ag, M, Si. FP-19

Pos terkait