Dua Terdakwa Sindikat Shabu Divonis Hukuman Mati dan Seumur Hidup

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) melalui majelis hakim yang diketuai Purwanto menghukum dua terdakwa sindikat pengedar shabu dengan pidana mati dan seumur hidup.

Bacaan Lainnya

Kedua sindikat pengedar shabu tersebut yakni terdakwa Nur Rachman alias Ade alias Ivan Bin Manin Permama dan Honi Aprizal alias Apri alias Oni Bin Aby Tubagus. Kedua terdakwa hanya bisa tertunduk lesu saat mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim PN Jakpus.

“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nur Rachman alias Dade alias Ivan bin Manin Permana dengan pidana mati,” ucap ketua majelis hakim saat membacakan putusan dalam sidang di PN Jakpus, Kamis (12/1/22).

Sedangkan untuk terdakwa Honi Aprizal alias Apri alias Oni bin Abu Tubagus divonis lebih ringan dengan pidana penjara seumur hidup.

Menurut majelis hakim, Para terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I beratnya melebihi 5 (lima) gram.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Hakim.

Majelis hakim juga menjelaskan, hal yang memberatkan barang bukti yang tergolong besar, Selain itu, para terdakwa pernah dihukum dalam kasus yang sama. Hal yang meringankan tidak ada.

Adapun hukuman yang berbeda tersebut karena peran para terdakwa yang dinilai berbeda, dan para terdakwa juga pernah dihukum dalam kasus yang sama dengan hukuman pidana yang berbeda.

Atas putusan tersebut, para terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan, pikir-pikir. “kami pikir-pikir yang Mulia,” katanya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) Guntur Adi Nugraha dan Andri Saputra menuntut kedua terdakwa dengan pidana mati.

“Menuntut pidana masing-masing terhadap Honi Aprizal als Oni bin Aby Tubagus dan Nur Rachman als Dade als Ivan bin Manin Permana dengan pidana mati,”¬†ucap JPU Guntur Adi Nugraha saat membacakan tuntutanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Purwanto. Selasa (30/12/21) lalu.

JPU juga menjelaskan, keduanya merupakan residivis dalam kasus yang sama, dengan jumlah barang bukti narkoba jenis shabu sebanyak 264 Kilogram shabu, dan dari fakta persidangan kedua terbukti secara sah dan terbukti bersalah.

Kasus ini berawal pada bulan Maret 2021 kedua terdakwa yang merupakan jaringan internasional melakukan tindak pidana narkotika dengan menjadi perantara jual beli shabu dengan rencana akan diantarkan menuju Gunung Sindur, Desa Rawa Kalong, Kec. Gunung Sindur, Kab. Bogor, Jawa Barat. Barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan seberat netto 264,6188 kg.

Para terdakwa didakwa dengan Dakwaan Kesatu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika atau Kedua Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Adapun yang menjadi dasar pertimbangan Jaksa antara lain jumlah barang bukti yang ditemukan dalam jumlah besar yaitu narkotika jenis shabu seberat netto 264,6188 kg.

Kedua terdakwa merupakan anggota jaringan internasional, serta para Terdakwa merupakan residivis (pengulangan tindak pidana) terhadap perkara Tindak Pidana Narkotika.

Barang bukti berupa narkotika jenis Shabu dengan total berat keseluruhan seberat netto 264,6188 kg, 2 unit Handphone, dirampas untuk dimusnahkan. Kemudian terhadap barang bukti 1 (satu) unit mobil beserta kunci kontak dan STNK dirampas untuk Negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.