Dugaan Manipulasi Jam Kerja, PT Toyota Terkesan Limpahkan Masalah ke PT Sigap

  • Whatsapp

FOTO TOYOTA-aAMUNISINEWS.COM, Jakarta— HS, karyawan PT Sigap yang dipekerjakan dibagian kemanan di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), merasa persoalan kekurangan pembayaran sesuai jam kerjanya belum selesai, dan masih teus menuntut keadilan. “Saya akan terus mempertanyakan kenapa sampai terjadi kecurangan seperti itu,” kata HS, saat mengadukan persoalannya ke redaksi Amunisi, pekan lalu.

Persoalan tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. HS melalui kuasa hukumnya pernah melayangkan surat somasi agar Toyota membayarkan sisa upah yang harus dibayar berdasarkan jumlah jam kerja, tapi somari tersebut diabaikan PT TMMIN. “Saya masih akan terus menuntut hak saya, yang mungkin juga dialami karyawan lain di bagian keamanan,” katanya.

Seperti diberitakanb Amunisi (edisi 297), bahwa HS mengeluh karena merasa gaji yang diterima tak sesuai dengan jam kerja. HS menduga terjadi manipulasi jam kerja yang merugikannya.

Menurut HS, berdasarkan fakta absen kerja (time sheet) yang tercatat setiap bulannya dan ditandatangani  pemberi tugas, penerima tugas dan  pejabat berwenang sebagai bukti. Misalnya, katanya, time sheet karyawan bulan Juni tercatat 109 jam kategori jam lembur. Tapi dalam pembayaran gaji yang diperhitungkan hanya 86 jam.  “Jadi ada selisih 23 jam kerja lembur yang tidak terbayarkan. Ini terjadi,” jelas HS sambil menyerahkan bukti time sheet..

“Bukan  hanya itu saja, perhitungan jam kerja dan jam pengupahan lembur juga harus sesuai Undang Undang Tenaga Kerja. Untuk itu Depnaker diminta menelusuri lebih lanjut agar kerugian manipulasi jam kerja terhadap karyawan tidak boleh terjadi,” tegasnya,

Pada Kamis (2/6) Amunisi  menghubungi Teguh Wahyu. Dalam konfirmasi lewat telepon tersebut, Teguh mengatakan persoalan HS sudah selesai dengan PT Sigap sejak tiga tahun lalu. “Kalau soal itu, silakan hubungi saja Sigap. Hubungi saja Sigap,” katanya sambil meyebut tidak ada urusan dengan HRD PT TMMIN.

HS sendiri mengaku masalahnya belum selesai. “Siapa bilang masalah ini sudah selesai. Saya masih akan terus menuntut hak saya. Terlebih menyangkut uang lembur yang tidak dibayarkan sesuai perhitungan surat laporan time sheet. Saya menduga hal ini  karena adanya pemalsuan yang diduga dilakukan bagian administrasi security head office PT TMMI. Jadi bukan urusan sigap saja,” tandasnya kesal.

HS memang mengakui dia karyawan PT Sigap Prima Astrea yang beralamat di Jalan Gaya Motor II No1 Jakarta Utara yang ditempatkan di PT TMMI. “Tapi absen kerja ditandatangani berbagai pihak berwenang di PT TMMIN. Ini lihat absen saya ada tanda tangan siapa saja di situ,” ” ucapnya. (tim)

 

Pos terkait