Dukung Program Pemerintah, Polda Metro Jaya Berlakukan 100 Titik Penyekatan Mobilitas Masyarakat IbuKota

  • Whatsapp
Oleh, Gomes/Ullis JP
JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Sukses tekan angka penyebaran Covid-19 di tanah air, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi Perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Perpanjangan PPKM level 4 itu telah diberlakukan sejak Selasa tanggal 03 Agustus hingga pada tanggal 09 Agustus 2021 mendatang.

Untuk mendukung program pemerintah tersebut, Polda Metro Jaya melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akhirnya tetap memberlakukan penyekatan di 100 titik wilayah yang terdapat di Ibu Kota DKI Jakarta. Alasan masih diberlakunya 100 titik penyekatan itu, untuk mengurangi mobilitas masyarakat di IbuKota Jakarta.“Masih sama, kita tetap melakukan penyekatan, di 100 titik. Hal ini untuk menekan lonjaknya angka penyebar Covid-19 yang terdapat di Ibu Kota DKI Jakarta saat ini,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo saat memberikan press release di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/8/2021).

Bahkan, tidak ada perubahan kebijakan penyekatan saat pemerintah memperpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang nanti iru.
“Tidak ada yang berubah dari kebijakan penyekatan di Jakarta. Sebanyak 100 titik penyekatan yang telah diterapkan sebelumnya tetap berlaku hingga 9 Agustus mendatang,” tegasnya.

Secara teknis penjagaan, petugas di lapangan lanjut Sambodo, masih mengacu pada surat tanda registrasi pekerja (STRP) bagi warga yang akan melakukan mobilitas, serta diskresi bagi warga dengan keperluan darurat.

Kita ketahui bersama, belakangan ini mobilitas warga di Jakarta, agak meningkat lantaran, terdapat  1 juta lebih warga masyarakat memegang STRP.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap mengurangi mobilitas jika memang tidak terlalu penting. Sebab, tingginya mobilitas warga ini berpengaruh meningkatnya angka penularan Covid-19 yang terdapat di Ibu Kota.
“Ini mesti kita jaga bersama, untuk kepentingan bersama, untuk keselamatan bersama. Mudah-mudahan Jakarta segera bebas dari Covid-19,” imbuhnya.

Dimasa pemberlakuan PPKM level 4 belakangan ini, peningkatan signifikan mobilitas masyarakat DKI Jakarta mencapai 30 persen.
“Hal ini karena dibukanya sebagian sektor non essensial dan non kritikal yang menjadi penyebab utama mobilitas masyarakat di IbuKota meningkat,” timpalnya.

Tak hanya itu saja, terdapat kepadatan antrian panjang pengguna jalan di sekitar pos penyekatan simpang Susun Semanggi memasuki hari terakhir, dimana meningkat signifikan.
“Penerapan Surat Tanda Registrasi Pegawai (STRP) masih terus diberlakukan di seluruh titik penyekatan bagi masyarakat dengan keperluan non essensial dan non kritikal,” bebernya.

Selama 5 pekan pelaksanaan PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 lanjutan Sambodo, pihaknya berhasil menekan mobilitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Bahkan, ada ratusan ribu kendaraan bergerak masuk ke Jakarta dengan berbagai macam moda transportasi seperti kereta api, sepeda motor, dan mobil pribadi.
“Ini berdasarkan data di gerbang tol di Halim, Cililitan dan Tomang terlihat ada penurunan cukup tajam antara masa PPKM Mikro, PPKM Darurat, dan PPKM Level 4. Angka yang biasa di atas sekitar 100 ribuan (kendaraan),” ujarnya.

Sambodo menuturkan, pada pekan pertama pelaksanaan PPKM Darurat mobilitas kendaraan turun hingga 36 persen dan mencapai 52 persen di pekan ketiga.

Namun, menjelang masuk ke PPKM Level 4 di pekan ketiga terjadi kenaikan angka mobiltas kendaraan. “Secara umum terjadi penurunan mobilitas kendaraan. Artinya, kami terimakasih kepada masyarakat selama masa PPKM Darurat dan dilanjutkan di PPKM Level 4,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *