Edan! Duit Orang Mati Juga Diembat Silviana

  • Whatsapp

IMG-20170912-WA0008

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–Nama Silviana Prihartini akhir – akhir ini jadi viral, bukan karena kesuksesannya tetapi karena Silviana yang terahir menjabat sebagai Bendahara DPPKAD Kabupaten Bangka ini tersandung kasus korupsi.

Tidak tanggung tanggung, Silviana yang lahir 1989 di Palembang dan tergolong cantik serta masih lajang ini diduga mengkorupsi dana sumbangan kematian dengan nilai pantastis mencapai milyaran rupiah.

Tak cukup dengan dana kematian, dana angkut jenasah juga ikut diembat Silviana.

Pantaslah banyak keluarga ahli waris yang mempertanyakan bantuan santunan kematian bagi warga di wilayah kabupaten Bangka yang telah meninggal dunia, karena bantuan santunan kematian berjumlah 1 juta rupiah perjiwa itu tidak pernah sampai kepada mereka.

Ternyata hal tersebut terungkap dalam sidang perdana kasus korupsi bendahara DPPKAD Kabupaten Bangka Silviana Prihartini dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Aditia SH dari Kejaksaan Negeri Bangka di gedung Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (11/9).

Dalam dakwaan itu terungkap bahwa bendaraha DPPKAD Kabupaten Bangka Silviana telah diduga mengkorupsi beberapa dana dana bantuan sosial di Kabupaten Bangka seperti dana bantuan sosial santunan kematian dan juga biaya bantuan angkut jenazah dibabat juga oleh Silviana.

Berikut dana dana bantuan sosial yang dikorupsi oleh bendahara cantik tersebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

“Biaya pasien berobat keluar  daerah Rp.300.000.000,- bantuan santunan kematian Rp.1000.000.000,- PN PM Mandiri Perkotaan Rp.48.750.000,- jasa penghargaan kepada janda pahlawan Rp.134.000.000,- bantuan sosial lainnya Rp.675.000.000,- dan biaya angkut jenazah Rp.80.000.000,- (dalam dakwaan JPU Aditia SH yang dibacakan dalam sidang Tipikor pada Senin (11/9).

Cuma apakah Silviana bermain sendiri, apakah ada keterlibatan pihak pihak lain yang ada disekitar Silviana?

Sementara Penasehat Hukum Silviana,  Djailani SH belum mau membeberkan keterlibatan pihak pihak lain yang ikut mengembat dana kematian warga kabupaten Bangka ini karena sampai saat ini Djailani SH belum berhasil dikonfirmasi terkait baik langsung ataupun melalui telepon.

Pemerhati Hukum Marshal Imar saat ditemui disebuah cafe kepada amunisinews.com mengatakan Selviana adalah korban dari ratusan korban oknum birokrat,

Selviana adalah salah satu dari ratusan korban kerakusan oknum birokrat yang membiasakan dirinya untuk masuk ke dalam pusaran koruktif. Jika penegakan hukum hanya berimbas kepada korban yang sengaja dikorbankan guna mengamankan mulusnya jalan koruptif yang sudah dikondisikan secara sistematis sebelumnya oleh oknum2 birokrat yang serakah, maka impian untuk memberantas Kolusi, Korupsi & Nepotisme hanya menjadi angan-angan yang tak pernah tersampaikan.

“Saya menduga, sampai saat ini kebiasaan dalam menghalalkan yang haram & mengharamkan yang halal menjadi lumrah dikalangan masyarakat khususnya di aparatur pemerintahan, baik itu Legislatif, Yudikatif & Eksekutif. Hal ini menandakan bahwa buruknya karakter kita sebagai anak bangsa dalam merintis serta menjalankan cita- cita kemerdekaan yang sudah tersajikan di depan mata, harus sirna oleh kepentingan individu dan golongan tertentu. Hal ini tidak bisa kita pandang sebelah mata, karena ini adalah musibah yang sangat besar,” ujar Marshal (12/9)

Diketahui sebelumnya kasus dugaan korupsi dana bansos DPPKAD kabupaten Bangka ini terkuak berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Perwakilan  Bangka Belitung pada 2016 yang lalu yang diduga telah merugikan keuangan negara/daerah sebesar Rp1,9 Milyar.
.(man)

Pos terkait