Empat Pilar Kebangsaan Akan Menjadi Nilai dan Kekuatan Bangsa yang tak Akan Terpisahkan

Oleh: Budi Setiawan

Wonogiri, Amunisinews.co.id – Hj. Endang Maria Astuti,S.A.g,SH,.MH anggota MPR/DPR RI politisi Partai Golkar duduk di Komisi VIII DPR RI menggelar acara sosialisai 4 Pilar, yang diselengarakan di Aula Alami, Wonogiri, Jawa Tengah, pada Minggu (21/11/21) lalu.

Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia.

Acara sosialisasi 4 pilar yang dihadiri oleh perwakilan dari karang taruna para mahasiswa-mahasiswi dari STAIMAS,STABN,AKPER,FKBN,FKPPP,LPKUB,HWK,KPPG.

Acara sosialisasi tetap mematuhi prokes kesehatan.

Hj. Endang menjelaskan tentang krusialnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai bagian terpenting dari NKRI, mengaitkannya dengan berbagai persoalan bangsa dan tantangan ke depan.

“Pancasila sudah menjadi keyakinan bangsa Indonesia sebagai dasar negara dan memayungi UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Maka, Empat Pilar Kebangsaan akan menjadi nilai dan kekuatan bangsa yang tak akan terpisahkan oleh gelombang zaman,” ucap Endang anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Provinsi Jawa Tengah IV dapil Wonogiri, Sragen, dan Karang Anyar.

Lebih lanjut ditegaskan,Empat Pilar Kebangsaan sangat lentur dengan berbagai tuntutan dan tantangan perubahan. Oleh karena itu Ia berpesan, kepada generasi mudalah Empat Pilar kebangsaan ini dititipkan.

Ia mengatakan, dengan integritas dan komitmen bersama, Empat Pilar Kebangsaan tersebut akan semakin kokoh, semakin mewarnai keberlanjutan dan dinamika kebangsaan ke depan. “Empat Pilar Kebangsaan ini harus ditanamkan dalam pikiran dan perbuatan agar setiap kita menjadi manusia yang berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara,”

Masyarakat yang hadir pada Sosialisasi 4 pilar mempertanyakan, perkembangan komunisme gaya baru saat ini, mengisyaratkan sebuah ancaman laten terhadap Republik Indonesia. Catatan kelam partai komunis yang dahulu terkenal sempat membantai para santri dan ulama Indonesia, perlahan mulai dihapuskan demi memuluskan tujuan akhir mendirikan sebuah Republik Sentral Komunisme Dunia.

“Kebangkitan gerakan komunis dewasa ini berpotensi menimbulkan ancaman bagi ideologi negara Pancasila serta dapat menimbulkan gejolak politik dan keamanan.Pada era pasca reformasi, komunisme bangkit dengan cara lebih halus dan menyusup kemana-mana bersifat asimetrik dengan strategy soft power. Sebagai bahaya laten  yang bersifat asimetrik, KGB merupakan Neo Komunis yang bertujuan untuk membangkitkan kembali anasir komunis,”ujar salah satu peserta yang hadir dalam sosialisasi 4 pilar.

Dalam konteks Ketahanan Nasional keberadaan KGB nampaknya sebagai sesuatu yang lumrah, namun strategi soft power gerakan ini merupakan ancaman, sehingga perlu penangkalan melalui upaya yang lebih sistematis oleh para stakeholders pemerintah terutama dalam mendeteksi setiap pergerakan dan aktifitasnya.Karena mudah untuk dibandingkan bahwa tidak ada negara sosialis maupun komunis di dunia ini, yang dapat bertahan dan mempersatukan perbedaan Suku, Ras, Agama, dan Golongan seperti halnya yang dijalankan oleh Falsafah Pancasila.

Pos terkait