Forum Pengacara Peduli KPK Kutuk Teror Terhadap Novel Baswedan

  • Whatsapp

 

images (1)
Novel Baswedan (foto: istimewa)

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-
Forum Pengacara Peduli KPK sebagai komunitas para pengacara profesional yang handal menangani kasus di KPK, mengutuk teror yang ditujukan kepada Penyidik Senior KPK Novel Baswedan.

Demikian pernyataan resmi forum ini yang disampaikan kepada Amunisinews.com, Jumat (14/4).

Dalam rilis yang ditandatangani oleh Tito Hanata Kusumah, S.H., M.M, Halim Darmawan S.H, M.H
Taufik Nasutiob, S.H., CLA
Yoshito Siburian, S.H dan
Steven Wijaya S.Hdisebut teror tersebut adalah perbuatan keji dan tidak berprikemanusiaan.

Mereka meyakini tragedi Novel Baswedan tidak akan
menghentikan langkah KPK tetapi membuat KPK semakin bersemangat dalam memberantas Korupsi.

“KPK merupakan Lembaga Hukum yang memegang amanat Rakyat Indonesia dalam membersihkan NKRI dari praktik-praktik masif kejahatan perorangan maupun kelompok dalam penyalahgunaan kewenangan, penyimpangan kepercayaan maupun memperkaya diri dengan yang bukan menjadi haknya.

Cara-cara radikalisme, main hakim sendiri (Eigenrichting) apalagi model-model teror yang ditujukan kepada para Penerima Amanat dan
Penegak Hukum di KPK, seperti yang menimpa Novel Baswedan membuktikan bahwa pendampingan hukum/avokasi yang profesional sangat dibutuhkan sehingga pihak-pihak yang dalam penanganan KPK tidak perlu merasa terpojok sebelum menjalani proses hukum yang manusiawi dan sesuai hukum, prosedur serta tata aturan yang berlaku di Indonesia,” jelas forum ini.

Sebagai Negara hukum, di Indonesia setiap Warga Negara pasti dilindungi. Termasuk Warga Negara yang telah melanggar hukum, seperti pelanggaran Tindak Pidana Korupsi yang lansung bersentuhan dengan KPK. Bahkan seorang Terdakwa sekalipun, dan mereka yang sudah berstatus Terpidana , tetap memiliki hak dan kewajibannya. Hak Asasinya sebagai manusia tidak dapat dihapuskan.

“Oleh sebab peristiwa yang terjadi dan menimpa Novel Baswedan, mendorong Kami membuat pernyataan ini. Tanggung jawab profesi kami menuntut kami untuk menyuarakan kepada seluruh masyarakat Indonesia,
khususnya kepada para pihak yang saat ini sedang dalam penanganan KPK, bahwa sebagai Warga Negara Indonesia kiranya berpikir dan bertindak bijak serta percaya bahwa hukum masih berlaku di Negara ini. Para profesional di bidang hukum, seperti advokat, merupakan sumber daya manusia
Indonesia yang sangat dibutuhkan dalam penyelesaian masalah hukum, tanpa perlu melakukan tindakan melawan hukum (lagi), sebagai manusia, Rakyat Indonesia dapat menjadi pihak menjunjung tinggi Hak Asasi diri sendiri dan sesamanya serta dengan sadar mengakui peran Negara dalam melindungi warganya dalam bidang hukum.

“Jika hal ini dapat dimengerti, dipahami, dan diterima oleh semua pihak, tentunya kejadian tragis yang terjadi dan dialami oleh Bpk. Novel Baswedan tidak akan terjadi. Kami dapat memahami apabila ada pihak pihak yang keberatan terhadap penegakan hukum KPK, itu manusiawi. Bisa saja fakta dimasyarakat bahwa semua kasus yang ditangani KPK hampir 100% benar,” kata Tito.

Namun demikian, bukan berarti seluruhnya terbukti benar atau berakhir sesuai dengan tuntutan, karena tentunya ada fakta-fakta hukum lainnya yang saling mempengaruhi hasil akhir.

“Bisa jadi kebenaran yang terungkap hanya 70%, 50% bahkan bisa dibawah 50% karena semuanya tergantung oleh proses pembuktian berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi di persidangan. Artinya, proses hukum itu sendiri bukanlah akhir segalanya. Itu sebabnya dalam proses tersubut sangat dibutuhkan tenaga ahli yang handal, profesional, dan mampu meyakinkan semua pihak. Sehingga hasil akhir dari proses hukum tersebut tidak semta-mata merugikan atau mengorbankan salah satu pihak bahkan semua pihak bahkan bisa saja merugikan Negara. Kehadiran Kami sebagai advokat bukan hanya sebatas penasihat hukum, tapi sesungguhnya lebih daripada itu memberikan dukungan dan berjuang bersama-sama demi
terpenuhinya hak-hak berdasarkan hukum yang berlaku,” urainya.

Sesama manusia, dan juga kawan seperjuangan dalam penegakan hukum, katanya, dari Forum Pengacara Peduki KPK, sangat prihatin terhadap kasus teror yang dialami Novel Baswedan. (dra)

Pos terkait