Gila! Pengoplos dan Pemalsuan Pupuk Hanya Dituntut 5 Bulan

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

sidang oplos pupouk- perkara

PANGKALPINANG, BABEL,AMUNISINEWS.COM– Sangat aneh para penegak hukum di wilayah hukum Provinsi Bangka Belitung ini, jelas sekali tindakan pemalsuan dan pengoplosan pupuk sangat merugikan petani dan bisa menyebabkan ketahanan pangan menjadi langka dan nantinya akan membuat rakyat sengsara.

Hal itu terpantau disaat persidangan tiga orang terdakwa pemalsuan dan pengoplos pupuk di Bangka Belitung (Babel) hanya dituntut ringan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU ) dari Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Bangka Belitung (Babel).

Dalam persidangan yang digelar di ruang Garuda pada Pengadilan Negeri ( PN ) kota Pangkalpinang, Selasa ( 10/10 ) kemarin dengan agenda sidang pembacaan tuntutan terhadap tiga terdakwa itu masing masing Edi Wem alias Akon ( CV Elisabeth ) Handrianto Tjong als Ahan ( P)T Setia Jaya Makmurindo ) dan Suk Liang als Aleng ( PT Ligita Jaya Ketapang )

Dalam tuntutan yang dibacakan langsung oleh JPU terhadap ketiga terdakwa,masing masing dituntut 5 bulan perjara dengan membayar denda hanya dengan Rp 5 juta dan subsidier 3 bulan penjara serta dikurangi masa tahan serta memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Demikian tuntutan dibacakan di depan majelis yang di ketuai Surono, yang juga  ketua PN Pangkalpinang

Barang siapa dengan sengaja mengedarkan pupuk yang tidak sesuai dengan label secara berlanjut sebagaimana dalam surat dakwaan pertama yaitu melanggar ketentuan pasal 60 ayat (1) huruf f dan i UU RI nomor 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman jo pasal 64 ayat (1)KUHP,

Tiga orang terdakwa itu digerebek oleh tim Satgas Pangan Provinsi Bangka Belitung di gudang penyalur pupuk ilegal dan oplosan di kawasan Jalan Parit Lalang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Petugas menyita 142 ton pupuk oplosan non subsidi yang akan diedarkan ke petani di Babal, Senin ( 31/7/2017 ).

Pupuk yang akan diedarkan merupakan pupuk non subsidi yang dikirim dari luar daerah 142 ton pupuk ini digerebek di lokasi yang berbeda seperti dari gudang PT Ligita Jaya, satgas mengamankan pupuk non subsidi pembenah tanah jenis extraphos dan TMP 3.6 sebanyak lima ratus karung lebih.

Dari Gudang CV Elisabeth petugas menyita pupuk non subsidi jenis NPK Phounska, pupuk non subsidi jenis SP.36 supra phos dan pupuk non subsidi pembenah tanah T.C.P-46 sebanyak 1174 karung, rata-rata menggunakan karung ukuran 50 kilogram.

Petugas juga menyita pupuk oplosan dari gudang PT Setiajaya Makmurindo yang beralamat di jalan Mayor Syafri Rachman, Semabung Baru, Kecamatan Girimaya Pangkalpinang sebanyak 1.053 karung ukuran 50 kg sehingga jumlah keseluruhan mencapai 142 ton pupuk oplosan yang siap diedarkan ke petani.

Editor Hendra Usmaya

Pos terkait