Hakim PN Sungailiat Tangguhkan Terdakwa Illega Mining

  • Whatsapp

IMG-20170707-WA0014

SUNGAILIAT, AMUNISI–Penanganan kasus Tindak Pidana Ilegal Mining selalu istemewa dimata hukum, apakah itu berasal dari penyidik Kepolisian, Jaksa Penuntut Umum dan bahkan dari Hakim yang mengadilinya.

Dari beberapa kasus Tindak Pidana Ilegal Mining terjadi di Wilayah Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa tahun ini jarang sekali pelaku Tindak Pidana Ilegal Mining dituntut atau diputuskan lebih dari setahun, biasanya hanya menghitung bulan atau hanya berkisar Satu atau Dua bulan saja.

Mulai dari penanganan saat ditangkap, saat dilimpahkan ke Kejaksaan dan saat disidangkan, semuanya selalu berbeda seperti penanganan terhadap kasus kasus lain, mereka selalu mendapat keistemewakan dari penegak hukum.

Seperti dalam kasus Ilegal Mining ini, dalam hal ini Hakim memberi kelonggaran dengan mengabulkan permohonan penangguhan terdakwa Hery dan Diko warga Tempilang Bangka Barat.
Dalam sidang kali ini, yang sejatinya  digelar hari ini, Kamis (6/7/2017) di PN Sungailiat, namun sidang ini ditunda ke pekan depan lantaran saksinya tidak bisa hadir.

Hal itu disampaikan Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, John Paul Mangunsong, SH kepada wartawan media ini.

“Sidang perkara kasus kepemilikan timah ilegal dengan terdakwa Diko dan Hery ditunda ke pekan depan. Sebab saksinya tidak bisa hadir,” kata John Paul ketika dikonfirmasi terkait kabar penundaan sidang perkara kasus kepemilikan timah ilegal tersebut di PN Sungailiat, Kamis (6/7/2017) sore.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini merupakan sidang yang ketiga kalinya dimana sebelumnya sidang yang digelar pada medio bulan Juni 2017  dengan agenda pemeriksaan saksi namun dalam sidang itu, ketua Mejelis Hakim, Jonson Parancis, SH MH malah  mengeluarkan penetapan baru terhadap terdakwa Diko dan Hery yakni pengalihan penahanan dari tahanan rumah ke penahanan rutan dan selanjutnya memerintahkan kepada jaksa untuk melakukan eksekusi penahanan terhadap terdakwa Diko.

“Menetapkan status penahanan dari tahanan rumah ke tahanan rutan kepada terdakwa Diko dan Hery serta memerintahkan kepada Jaksa untuk melakukan eksekusi setelah penetapan ini dibacakan,” kata Jonson saat membacakan surat penetapan Majelis Hakim pada sidang perkara kasus ilegal mining dengan  terdakwa Diko dan Hery.

Namun penahanan rutan yang dijalani kedua terdakwa kabarnya tidak berlangsung lama.Pasalnya sebelum hari raya idul fitri (25/6/2017) lalu keduanya telah mendapatkan penangguhan penahanan dari majelis hakim PN Sungailiat.

“Benar, keduanya tidak ditahan sebab mereka mengajukan penangguhan penahanan. Pihak majelis mengabulkan permohonan mereka,” terang John Paul mantan hakim PN Tanjung Pandan ini.

Disinggung soal pertimbangan majelis hakim sehingga bisa mengabulkan permohonan penangguhan dari kedua terdakwa sedangkan pada sidang sebelumnya majelis hakim sendiri yang telah mengeluarkan penetapan baru untuk mengalihkan status tahanan rumah ke tahanan rutan, dia katakan kalau isteri terdakwa dalam kondisi hamil tua.

“Majelis punya pertimbangan, isteri terdakwa( Diko, red) dalam kondisi hamil tua sehingga permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan majelis,” tukasnya..(rmli/obi/herman)

Pos terkait