Hasil BP POM Negatif, BNN Kota Tual akan Lanjutkan Pemeriksaan ke Jakarta

  • Whatsapp
IMG-20170928-WA0005
Kemmy B

TUAL, AMUNISINEWS.COM – Di katain monyet, Kemmy Betaubun akan melaporkan secara resmi Ikram Sangadji, salah satu staf BNN Kota Tual, ke- Polres Malra dan BNN Pusat, atas penghinaan yang di tujukakan kepada dirinya.

Hal ini dikatakan Kemy Betaubun kepada Wartawan Amunisinews Selasa (26/9) pada saat ditemui di warung kopi politik.

Kepada awak media, Betaubun menceritakan, awalnya pihak BNN Kota Tual menyita sebuah paket di Kantor Pos Maluku Tenggara, paket tersebut setelah dibuka ternyata adalah tembakau milik Jawia Rumakway, oleh BNN barang tersebut diduga sebagai tembakau Gorila atau Hanoman, sehingga harus di amankan,dan selanjutnya akan bawah ke – Balai Pengwasan Obat dan Makanan (POM) Propinsi Maluku,untuk dilakukan tes,

Hasil dari pemeriksaan tersebut Negetif atau tidak terdapat kandungan yang menjurus pada Narkotika.

” Setelah tembakau dan pemiliknya di amankan oleh pihak BNN Kota Tual,setelah itu,beberapa hari kemudian mereka ke – Ambon dengan membawa barang bukti tembakau tersebut untuk uji Laboratorium dan hasilnya Negetif, ” ujarnya

Lebih lanjut Kemy Betaubun mengatakan, setelah hasil dari balai POM diterima,bukannya masalah ini diselesaikan, justru berujung pada surat panggilan Menghadap kepada Ibu Nancy Tamher dan Ibu Jawia Rumakway.

Setelah surat tersebut di baca,keduanya seperti tersangka karena redaksi surat tersebut sangat tidak sesuai dengan surat hasil pemeriksaan dari balai POM.

Dikatakannya pula, lantaran surat tersebut, pihaknya lansung menghubungi Ikram Sangadji salah satu staf BNN Kota Tual, melalui telephon selulernya, namun yang bersangkutan tidak menjawab, hingga akhirnya muncul kata-kata penghinaan saat dirinya dan pemilik tembakau berada di ruangan seksi berantas Narkoba.

Betaubun juga sangat menyayangkan tindakan Staf BNN Kota Tual yang tidak profesional dalam menangani persoalan, hal ini terbukti dengan penghinaan yang di lakukan Ikram Sangadji kepada dirinya.

Selain itu, pasal yang diberikan kepada pemilik barang (Tembakau) sangat tidak ada hubungannya dengan Narkotika yaitu PerPres Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Badan Narkotika,namun ternyata PerPres tersebut menjelaskan tentang pengembangan wilayah Madura dan Surabaya,berarti Perpres tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan Narkoba.

” PerPres Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Narkotika yang di sangkakan kepada pemilik tembakau,adalah sebuah ketidak profesional penyidik BNN Kota Tual,karena PerPres tersebut menyebutkan tentang pengembangan Daerah Madura dan Surabaya,bukan Narkotika” jelasnya.

IMG-20170928-WA0019
Kepala BNN Kota Tual Addnan Tamher

Selain itu, Lanjutnya,surat dari balai POM sudah sangat jelas bahwa,tembakau tersebut Negatif,atau tidak mengandung unsur Narkotika,lalu untuk apa pemiliknya di panggil dengan berbagai pasal dalam surat tersebut,seakan-akan pemiliknya merupakan tersangka.dan sebagai keluarga dirinya sangat menyayangkan cara kerja pihak BNN Kota Tual,apa lagi surat tersebut di tandatangani oleh kepala BNN sendiri.

Untuk itu, dirinya berharap agar staf BNN Kota Tual yang tidak profesional agar segera di ganti,karena menurutnya,Narkoba merupakan Musuh Negara yang harus di perangi dan di lawan,karena akan merusak masa depan generasi bangsa ini,terutama Generasi Muda Kota Tual dan Maluku Tenggara.
Kepala BNN Kota Tual Addnan Tamher, membantah jika barang ( tembakau) yang diperiksa oleh stafnya merupakan sebuah rekayasa, atau sengaja di lakukan untuk menjebak para pemilik barang tersrbut.

“Untuk apa kami menjebak mereka,tidak ada untungnya, lagian pemilik barang tersebut masih ada hubungan keluarga dengan saya,” ujar Tamher kepada awak media di ruang kerjanya Rabu (27/9).

Menurutnya, maraknya peredaran tembakau gorila akhir – akhir ini, sehingga patut diduga jika tembakau yang di kirim dari luar Daerah Maluku harus diperiksa, apa lagi alamat penerima barang tersebut sementara berproses di Pengadilan Negeri,terkait kasus Narkoba.

Dia juga membenarkan bahwa,telah dilakukan pemeriksaan oleh BP POM Propinsi Maluku,dan hasilnya Negetif,namun itu baru sebatas pemeriksaan ganja,sehingga oleh BP.POM menganjurkan agar dilakukan pemeriksaan lanjutan di Makasar atau Jakarta,sehingga dapat mendeteksi ada tidak unsur lain yang terdapat pada tembakau tersebut.

“Benar hasil pemeriksaan dari BP.POM Maluku Negetif,namun oleh BP.POM menganjurkan untuk,lakukan pemeriksaan lebih lanjut di Makasar atau Jakarta,untuk mendapatkan kepastian ada tidaknya unsur Narkotika di dalam tembakau tersebut,” sebutnya

Ditambahkannya,berdasarkan surat dari BP.POM tersebut,sehingga tembakau yang yelah diamankan oleh pihak BNN belum bisa di kembalikan kepada pemiliknya,sampai ada hasil pemeriksaan lanjutan.

Dikatakannya pula,terkait dengan surat panggilan kepada pemilik barang (tembakau) oleh pihak BNN,bukan untuk di tetapkan sebagai tersangka,namun hanya untuk di mintai keterangan terkait dengan tembakau yang di tahan oleh pihaknya,kalau tersangka kami tidak perlu memanggil,langsung kami tangkap.

Ditanya terkait Perpres Nomor 23 Tahun 2009.dan dugaan adanya kata penghinaan terhadap salah seorang kerabat pemilik tembakau,Tamher meminta maaf yang sebesar-besarnya,atas kehilafan tersebut, semoga kedepannya tidak terjadi lagi hal semacam itu. (FP#Jecko)

Pos terkait