“HOAX” Oknum Guru SD Selingkuh, Tidak Ada Bukti Justru Diduga Pecemaran Nama Baik

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kab. Jombang, Agus Purnomo.

Oleh: Arif dan Tim

JOMBANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Beredar gosip tak sedap melanda lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dugaan adanya korban pencemaran nama baik seorang guru SDN yang terindikasi perselingkuhan  dengan oknum TU  (H) seakan membuat gerah keduanya.

Bacaan Lainnya

Korban gosip tak sedap itu hingga kini tenang-tenang saja  karena merasa tidak melakukan perbuatan yang tak senonoh.

Ketika Amunisinews sempat konfirmasi seorang guru tersebut (SA) yang berdomisili di wilayah Tembelang, membantah kebenaran berita yang beredar tersebut.

“Berita itu tidak benar, apalagi nikah siri.  Ini sama halnya pencemaran nama bagi saya sekeluarga. Saya akan pikirkan dulu nanti, apa saya harus melaporkan ke aparat hukum (kepolisian), karena sudah menyangkut harga diri saya” Ungkap SA kepada Amunisinews, Sabtu (27/11/2021).

Sedangkan informasi yang didapat, diduga ada suatu sentimen terhadapnya, tidak tahu rasa cemburu atau ingin menjatuhkan guru tersebut atau TU itu untuk disingkirkan sebagai pengajar di sekolahan yang sekarang, tempat SA mengajar.

Menurut salah satu tokoh masyarakat yang ada di wilayah Tembelang, kalau memang diduga terjadi perselingkuhan atau nikah siri, itu harus bisa dibuktikan. “Bukan hanya menyerang dan menduga-duga yang belum tentu bisa dibuktikan.  semuanya itu hoax,” katanya.

Perlu diketahui,  Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah konstitusional ..,dengan merujuk Pasal 310 ayat (2)KUHP, pencemaran nama baik diartikan sebagai perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.

Menurut Agus Purnomo Kepala Dinas Pendikdikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Jombang mengatakan, “Kalau bicara soal perselingkuhan itu di diatur dalam KUHP, yang berhak melaporkan itu suami apa istri, jadi jangan bicara fitnah yang tidak mendasar, jadi jangan gampang bilang hanya diduga. Jadi supaya hati-hati menggunakan bahasa seperti itu ” terang Agus kepada Amunsinews, Sabtu (27/11/2021).

Pernyataan Agus Purnomo selaku Kepala Disdikbud Jombang ada benarnya, sebab dia cukup hati- hati menerima informasi yang belum tentu benar. Sesuai dengan pasal 17 dan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang adminitrasi (“UU 30/4014).

Pasal 17 , Badan dan atau Pejabat Pemerintahan dilarang menyalahgunakan wewenang sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) meliputi larangan melampaui Wewenang ; larangan mencampur adukan Wewenang, dan atau larangan bertindak sewenang-wenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.