Insentif Tak Sesuai Harapan, Nakes RSUD Nabire Berencana Mogok Kerja

  • Whatsapp

Oleh: Dedy

Nabire, Amunisinews.co.id – Sejumlah tenaga kesehatan di RSUD Nabire, menolak rencana pembayaran insentif tenaga kesehatan yang tidak sesuai dengan Permenkes. Informasi tersebut diterima dari salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengatakan, insentif untuk nakes di RSUD Nabire dianggarkan 3 Miliar, terhitung Januari hingga Juli 2021. Tapi menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan.

“Untuk spesialis yang harusnya 15 juta perbulan, hanya rencana dibayarkan 6 juta per bulan. Untuk dokter umum 5 juta, untuk perawat 7.5 juta per bulan dan rencana dibayarkan 500 ribu. Sedangkan untuk insentif dari bulan Oktober hingga Desember hal itu belum jelas,” katanya.

Oleh karena itu, ia menegaskan tenaga kesehatan akan menolak insentif tersebut. Dan jika insentif tersebut tidak dibayarkan hingga tanggal 20 September 2021, maka mulai 21 September 2021, tenaga kesehatan akan menyatakan mogok kerja.

“Kami akan turun ke DPRD Nabire untuk mengikuti pertemuan antara DPRD dengan Dinkes dan Staf Direksi RSUD untuk bahas masalah ini, walaupun kami para dokter dan perawat tidak diundang, kami akan hadir untuk tuntut hak kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur 10 kepala daerah yang belum membayarkan insentif kepada tenaga kesehatan di daerahnya.

Kemendagri sangat serius mengawasi realisasi belanja anggaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Terutama yang terkait pemulihan ekonomi serta penanganan COVID-19 di daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *