Jalan Trans Kalimantan Licin Waktu Hujan Dan Berdebu Waktu Panas

Oleh : Roesliyani

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Jalan Trans Kalimantan tepatnya sekitar Kampung Pagar dan Batang Gerai di Kecamatan Simpang Dua, yang selama ini beraspal mulus dan tampak aman juga bersih, hari ini menimbulkan banyak keluhan dari pengguna jalan tersebut. Karena jalan licin saat hujan dan berdebu saat panas.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Batang Gerai yang tidak ingin di sebutkan namanya menjelaskan, “ini akibat ada mobil truk yang mengangkut tanah urug untuk timbunan dengan muatan yang over kapasitas, sehingga muatan itu berceceran di jalan,” terang warga.

Lanjut warga Batang Gerai, “itulah penyebab jalan dari Kampung Pagar sampai Batang Gerai. Ada beberapa titik kalau hujan licin kalau panas berdebu. kami sebagai pengguna jalan umum ini merasa terganggu. Karena selama ini jalan Trans Kalimantan tidak ada masalah. Apalagi kami kami yang berjual makanan dan minuman, tentu sangat terganggu dan khawatir dengan jalan licin dan debu akibat tanah uruk yang berceceran,” tutup warga.

Selain itu ada juga salah satu pengguna jalan, Juan pengemudi pick up, warga asal Tanjung Baik Budi Ketapang, yang kebetulan singgah minum kopi di warung sekitar jalan tersebut menjelaskan, “saya pulang dari Balai Berkuak menuju Sandai, saya kaget waktu saya ke Balai beberapa hari lalu jalan di sini, simpang dua bagus dan bersih, gak seperti sekarang, becek dan berdebu. Bahkan tadi mobil saya harus berhenti pas di jembatan Batang Gerai, ketika berpapasan dengan sepeda motor anak-anak sekolah SMA. Karena sebagian jalan becek dan berlumpur jalur akibat kena hujan malam. Saya berharap pemerintah setempat dan pihak kepolisian, khususnya wilayah Polsek Simpang Dua, agar segera mensterilkan jalan yang berlumpur dan berdebu tersebut. Karena kalau di biarkan akan berpotensi pada hal hal yang negatif yang tentunya tidak kita inginkan dan yang penting cari penyebabnya apa dan siapa yang membuat jalan ini jadi mengkhawatirkan bagi pengendara sesuai Peraturan Pemerintah no 34 tahun 2006 tentang jalan umim dan ketertiban umum,” tutup Juan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.