Jamaah Wahidiyah Gelar Doa untuk Persatuan Bangsa

  • Whatsapp
Jamaah Wahidiyah saat Munajat untuk Persatuan Bangsa, di Acici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016) malam. (Foto: Acil)
Jamaah Wahidiyah saat Munajat untuk Persatuan Bangsa, di Acici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016) malam. (Foto: Acil)
Jamaah Wahidiyah saat Munajat untuk Persatuan Bangsa, di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakrta Pusat, Sabtu (19/11/2016) malam. (foto: Acil)
Jamaah Wahidiyah saat Munajat untuk Persatuan Bangsa, di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakrta Pusat, Sabtu (19/11/2016) malam. (foto: Acil)

JAKARTA, AMUNISINEWS – Tak dapat dipungkiri eskalasi politik jelang Pilkada DKI Jakarta, beberapa pekan terakhir ini, terasa meningkat. Karenanya, untuk ikut menciptakan situasi Ibukota agar tetap aman dan kondusif, Sabtu (19/11/2016) malam lalu, Jamaah Wahidiyah Provinsi DKI Jakarta menggelar Mujahadah Nifussanah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Munajat Bersama untuk Persatuan Bangsa.

Kegiatan tersebut, dihadiri lebih dari lima ribu orang dari berbagai wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Menurut Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) DKI Jakarta, Hj Ambar Koestimah SH, MCL, dalam pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta 2016 ini, pihaknya sengaja tidak mengundang satupun kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Hal tersebut dilakukan YPW guna menghindari gesekan antarpendukung cagub dan cawagub DKI Jakarta. “Kalau (Kandidat cagub dan cawagub) kami undang atau kami beri ruang, tentunya para kandidat itu akan hadir beserta tim sukses atau dengan para pendukungnya. Dan hal itu sangat berpotensi terjadinya bentrokan massa,” jelas Hj Ambar, kepada amuninews, Sabtu (19/11) malam.
Diungkap Ketua YPW DKI Jakarta, beberapa waktu sebelumnya ada sejumlah pihak kandidat cagub-cawagub yang ingin ikut serta menghadiri Mujahadah Nisfussanah, Namun panitia telah sepakat untuk menghindari unsur politik pada kegiatan ini. ”Kita mengadakan Mujahadah Nisfussanah ini khusus memperingati Hari Pahlawan dan berdoa bersama-sama untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan harapan semoga bangsa Indonesia selalu diberi keberkahan oleh Allah SWT,” tegasnya.
Acara yang diselenggarakan di Arcici Sport Centre, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini, selain dihadiri Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdoroh, Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid, Rodhiallohu Anhu, juga diikuti oleh sejumlah pejabat muspida dan Kabid Penerangan Agama Islam (Penais) Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta Drs H Sofii MA.
Menurut Sofii, di era globalisasi saat ini, ahlak dan moral mulai jauh dari norma agama. Ikatan Ketuhanan sudah mulai jauh, mulai jauh dari Allah dan mulai jauh dari Rosululloh SAW. Maka, lanjutnya, yang sangat perlu kita tanamkan dalam hati kita saat ini ialah mengamalkan agama secara baik dan benar.
“Untuk mengamalkan agama yang baik dan benar tentunya perlu dituntun oleh seorang guru, ustadz atau musyid kamil (guru yang sempurna). Dengan tuntunan mursyid kamil itulah maka manusia akan mempunyai ahlak yang mulia dan dapat beribadah dengan benar,” terang Sofii dalam sambutannya, Sabtu (19/11) malam.
Karena itu, lanjutnya, kami (Kanwil Kemenag DKI Jakarta) sangat mendukung serta memberi penghargaan setinggi-tingginya atas pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah yang diselenggarakan malam ini.
“Dengan Mujahadah Nisfussanah ini, kita akan memperoleh kesempurnaan ampunan, kesempurnaan nikmat dan kesempurnaan makrifat (sadar) kepada Allah dan kesempurnaan cinta kepada Allah SWT. Dan yang paling inti dari Mujahadah Nisfussanah ini ialah untuk menjernihkan hati dan makrifat billah (sadar atas Keesaan Allah) wa Rosulihi SAW,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kehadiran Sholawat Wahidiyah saat ini sangat tepat untuk menjawab tantangan zaman yang sudah global seperti saat ini. Menurut Kabid Penais itu, hati yang jernih atau kebersihan jiwa bisa muncul pada diri manusia apabila manusia itu mau bermujahadah. Dan untuk makrifat kita juga harus dengan mujahadah.
Oleh karena itu, sambung Sofii, pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah ini sangat tepat untuk menjadi sarana menjernihkan hati dan makrifat billah wa Rosulihi SAW. ”Kalau masyarakat sudah sadar, kalau masyarakat sudah makrifat billah, insya Alloh negara kita menjadi negara yang kita sebut negara yang baldatun toyyibatun wa Robbun ghofur (negeri yang penuh kebaikan dan ampunan Allah).” harap Sofii, optimistis.
Dihubungi terpisah. Kapolsek Cempaka Putih Kompol Iwan Gunadi SH, yang ikut serta mengamankan jalannya pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta itu menyebutkan, secara keseluruhan kegiatan (Mujahadah Nisfussanah) berjalan lancar, aman, tertib, kondusif dan penuh khidmat.
Menurutnya kegiatan yang diselenggarakan YPW DKI Jakarta itu memberi kontribusi yang sangat positif bagi masyarakat dalam ikut menciptakan persatuan dan kedamaian. ”Kegiatannya tidak tercampur unsur politik dan materi tausiyahnya sangat mengena, yakni mengajak (umat) sadar kepada Allah SWT dengan menjalankan syareat-Nya secara baik dan benar,” unkapnya ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (21/11) siang.
Informasi yang dihimpun amunisinews menerangkan, mujahadah adalah bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu untuk diarahkan kepada fafirruu ilalloh (lari kembali kepada Allah) wa Rosulillahi SAW melalui amalan Sholawat Wahidiyah.
Adapun materi yang terdapat dalam rangkaian doa Sholawat Wahidiyah, diantaranya berupa permohonan agar bangsa dan negara ini diberi barokah, serta dipererat rasa kesatuan dan persatuan ini. Inilah kandungan doa yang senantiasa dipanjatkan oleh jamaah Wahidiyah setiap hari secara istiqomah. al

Pos terkait