Jangan Nodai Ramadhan dengan Politik Kotor Jelang PSU Kalsel

  • Whatsapp

KALSEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Kampanye politik bersih tanpa kecurangan jelang pemilihan suara ulang (PSU) pada 9 Juni mendatang terus bergema di Kalimantan Selatan. Setelah sebelumnya disampaikan aneka elemen masyarakat di Martapura, Kabupaten Banjar, kini giliran kader sekaligus Pengurus DPW PPP Kalsel yang menyuarakan sikap senada.

Kepada pers di Banjarmasin, Kamis (6/5), Taufiqur Rahman yang merupakan Wakil Sekretaris DPW PPP Kalsel mengimbau dan menyerukan kepada seluruh warga Kalsel untuk bersama sama menjaga kesucian Ramadhan. “Mari kita jaga bersama kesucian bulan Ramadhan ini. Dan jangan nodai Ramadhan dengan berbagai perilaku kotor yang bukan saja melanggar ajaran agama Islam, tapi juga melanggar aturan negara,” tegasnya.

Termasuk, kata dia, dalam kontek menghadapi pelaksanaan PSU Kalsel yang merupakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti diketahui, putusan itu terkait dengan adanya praktik pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan pada saat pemilihan gubernur Kalsel Desember 2020 lalu.

Menurut dia, belajar dari kasus terjadinya pelanggaran tersebut, dirinya mengimbau kepada seluruh warga Kalsel, khususnya kandidat dan penyelenggara, untuk tidak mengulang lagi praktik politik kotor serupa. Sebab, jika itu dilakukan saat ini, selain menodai bulan suci Ramadhan, juga merusak harkat dan martabat orang Banua yang dikenal religius dan beradab ini.
“Semua warga Kalsel yakin dan percaya dengan kesucian Ramadhan. Karena itu, mari kita jaga kesucian ini, jangan sampai dinodai oleh praktik politik yang tak beradab. Cukup sekali saja terjadi kecurangan itu, dan jangan diulang lagi pada PSU 9 Juni nanti,” tegasnya.

Dijelaskan dia, jika ada calon gubernur yang ingin berinfak, bershodaqah atau berzakat, tentu tidak dilarang. Bahkan diperintahkan ajaran Islam. Masalahnya, jangan kotori perintah ajaran itu dengan niat-niat busuk terselubung hanya karena ingin dipilih sebagai gubernur. Bukan karena ingin ridho Allah swt.

“Jangan sampai, calon gubernur itu baiknya hanya saat mau pemilihan karena ingin dipilih. Apalagi, mau mengeluarkan zakat hanya di daerah PSU saja, dimana warganya mau memilih ulang. Kalau seperti itu kan sudah ketahuan, kelas dan kualitas calon gubernurnya. Dia baik hanya saat ingin dipilih saja” ungkapnya.

Dalam kaitan inilah, lanjut dia, seluruh partai pengusung Denny Indrayana, yaitu Gerindra, Demokrat, dan PPP, dan partai pendukung Gelora, Hanura, Berkarya dan Garuda serta semu Relawan akan menggerakan semua mesin partai dan relawan untuk mengawal kesucian Ramadhan ini, sekaligus mengawal PSU agar benar-benar bebas dari praktik kecurangan seperti terjadi sebelumnya.

“Kenapa ini penting dilakukan, karena kami ingin menjaga nama baik Tanah Banua. Jangan sampai, kami dianggap tak mampu memilih calon pemimpinnya dengan benar. Kami ingin pastikan, bahwa warga Kalsel sudah jauh lebih cerdas dari sebelumnya. Kami juga ingin pastikan, bahwa orang Banua itu cinta keadilan, suka kejujuran dan ingin kemajuan dan kesejahteraan. Salah satu kuncinya, ada pada calon pemimpinnya,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *