Jembatan Nibung Terancam Hancur, Satker PJN dan Kontraktor Saling Tuding

  • Whatsapp

oleh Suherman Saleh

jembatan-kimak-jurung- HERMAN- NASIONALAMUNISINEWS.COM, Pangkalpinang – Nasib jembatan Nibung Koba terancam hancur. Pasalnya perbaikan tak kunjung dilakukan padahal air bah disektiarnya senantiasa menggenangi serta menggerus fondasi jembatan.

Proyek ini sendiri senilai kurang lebih Rp 1 miliaR melalui dana ABPN. Pemenang tender adalah  kontraktor PT Bina Mulya Lampung yang sudah melaksanakanya pada  bulan Februari 2016. Aneh sekali  sampai detik ini  belum mendapatkan surat perintah kerja (SPK) dari pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) kementrian pekerjaan umum.

Jembatan Nibung  menghubungkan 3 wilayah sekaligus yakni Bangka Tengah dan kota Pangkalpinang ataupun Bangka Selatan menuju Bangka Tengah dan kota Pangkalpinang.  Kondisi jembatan tersebut sudah 2 kali mengalami terendam air sehingga tidak bisa berfungsi semestinya. Terakhir pada banjir Senin dan Selasa tadi dimana terendam akibat air tumpahan dari kolong-kolong (galian pasir timah Kobatin) meluap. Lalu mengalir deras serta menggenangi jembatan tersebut sehingga lalu lintas kendaraan terhambat.

Pihak kontraktor dari PT Bina Mulya Lampung mengaku ogah dipersalahkan walau mereka selaku pemenang tender. Apa sebab? Menurut  pimpinan PT Bina Mulya Lampung, Ferdi sampai saat ini belum mendapatkan surat perintah kerja (SPK). “Kita juga belum ada penandatanganan kontrak serta gak ada SPK. Mana berani kerja kita,” kata Ferdi dengan nada kesal kepada harian ini.

Ferdi mengaku  masyarakat, terutama di Nibung sudah tahu kalau pihaknya selaku pemenang tender. Tetapi jangan sampai menyalahkan pihaknya yang belum bisa bekerja memperbaiki kondisi jembatan.  “Pekerjaan yang akan kita lakukan itu di antaranya perbaikan-perbaikan dengan membuat saluran serta tembok penahan. Saluran akan memperlancar jalanya air bah, serta tembok guna menahan kontruksi jembatan agar tidak cepat terkikis oleh derasnya arus air yang lewat,” ungkapnya.

Ferdi  memahami kondisi masyarakat yang sudah resah dengan kondisi jembatan yang sewaktu-waktu kembali terendam dan tak berfungsi. Apalagi kondisi saat ini hujan lebat bisa datang secara tiba-tiba. “Kita sudah siap mengerjakanya tetapi pihak Satker PJN sendiri belum ada kejelasan. Jadi kami harap masyarakat memahami kondisi kami, karena kami tidak bisa berbuat banyak,” tegasnya.

Pihak  Satker PJN melalui  pejabat pembuat komitmen Hendra membenarkan soal belum adanya SPK itu. Hal ini disebabkan ada persoalan lelang, berupa komplin dari PT Sekawan sehingga pihaknya harus berurusan dengan inspektorat. “Lelang kemarin itu ada komplin dari peserta lelang lainya sehingga pihak inspektorat harus turun tangan. Karena kondisi seperti itu maka kita belum berani menurunkan SPK, karena  khawatir komplin tersebut siapa tahu  benar,” ucap Hendra.

Apabila nanti kesimpulan pihak inspektorat nantinya harus tender ulang, lanjutnya  maka harus tender ulang. “Tetapi kalau ternyata kata inspektorat kita yang benar maka SPK akan segera diterbitkan. Kita juga  menginginkan pekerjaan tersebut cepat terselesaikan. Karena itu untuk kepentingan masyarakat banyak,” sebutnya.

Disinggung kalau mereka tidak profesional dalam pelaksanaan lelang, Hendra mengelak. Menurutnya sudah bekerja sesuai dengan aturan yang ada. “Kita sudah bekerja benar, tapi kalau ada yang komplin kita harus ikuti dulu aturan mainnya. Biar inspektorat yang bekerja dan menilainya,” elaknya seraya tidak bisa memastikan kapan terlaksananya proyek tersebut..(mn)

 

 

 

Pos terkait