Jubir PT.Ketapang Ecology Berang Ditanya Soal Ijin Perusahaannya

  • Whatsapp

ketapang ekologi

KETAPANG,  AMUNISINEWS.COM Juru bicara PT Ketapang Ecology And Agriculture Forestey Industrial Park / PT.BSM Materials, Hans Saputra berang ketika ditanya soal alih fungsi lahan, tata ruang, IMB, HGB dan Amdal perusahaan tersebut..

“Dapat dari mana data-data tersebut,” katanya balik bertanya, ketika ditemui Amunisi di kantornya di Jalan Lingkar Kota Kecamatan Delta Pawan, Ketapang Kalbar.

“Kami datang mempertanyakan legalitas dan kapasitas PT. BSM, apakah sudah memenuhi syarat dan memiliki ijin seperti IMB dan Amdal, atau rekomendasi Lingkungan pertanian milik masyarakat setempat?” tanya wartawan,  dijawab Hans ,” Ini semua bukan urusan kalian,” sergahnya dan langsung mengambil sikap mengontek oknum polisi untuk meminta pembelaan agar segera datang ke Kantor Induk PT. BSM.

Dia bertanya kepada orang yang diduga poisi itu,”Bapak di mana?,”  Dijawab,” di Jakarta oleh oknum polisi itu. Kemudian oknum polisi mempertanyakan lewat via seluler Hans,” wartawan darimana dan koran darimana?” Hans langsung menunjuk satu persatu,” Kamu-kamu wartawan darimana dan koran darimana?”

Wartawan menjelaskan,” Kami dari warwan dan ini korannya. Sambungan Hp langsung di putus jubir orang asing.

Ada apa Hans kontek N Bel oknum polisi Ketapang, ada hubungan apa antara Han dan oknum Polisi Polres Ketapang.

Lanjut dipertanyakan tim wartawan Ketua Media Cetak Ketapang Amansius, SH bersama Rekan Team bahwa  Hans melarang wartawan untuk meliput dan mengambil dokumentasi barang illegal di pelabuhan pabrik PT. BSM yang berasal dari Beijing.

Hans berang sekali,” Bapak Amansius, SH tahu darimana dan dapat darimana informasi tersebut,”  “Dari Bapak melarang kami meliput dan dapat dari hasil konfirmasi dengan Bea Cukai, katanya barang dari luar tersebut illegal dan tidak membayar pajak alias seludupan,”

Hans tambah  berang dan dengan bicara dengan nada tinggi segila-gilanya, dengan wajah merah Kecut ,” Itu semua tidak benar dan kalian itu tidak benar, termasuk koran kalian itu tidak jelas,”  Dijawab Amansius, SH ,” Kami akan membongkar PT. BSM yang tidak memiliki ijin bangun pabrik di atas lahan pertanian, sekaligus tidak memiliki ijin, mengubah status lahan yang aslinya seperti ijin Tata Ruang dan Alih Fungsi lahan dan memasukkan barang-barang bangunan seperti besi dan mesin-mesin illegal,”.

Amansius berharap  Kapolda Kalbar, Menteri Kehutanan, Menteri LH dan Bupati Martin Rantan, SH, sudi mengambil tindakan inisiatif terhadap perusahaan asing yang nakal tidak memandang Perda, yaitu kesewenang-wenangannya dengan dasar dugaan ada di beckingi oknum-oknum aparat yang tidak bertanggung jawab.

“Bupati Martin Rantan,SH lahir dari rakyat hendaknya membela rakyat  bilamana ijin PT. milik investor orang asing Beijing  – Tiongkok diterbitkan dasar bentuk dan bersipat tak tentu pasal, Pemerintah Daerah di cap tidak berpihak kepada rakyat kecil nan miskin,” katanya.

Disinyalir perusahaan tersebut dibangun terlebih dahulu tanpa dilengkapi dengan perijinan yang jelas, bahkan melebihi kewenangan pemerintah Kab.Ketapang sedangkan Bupati ketapang mengatakan tidak mengijinkan membagun Paberik ilegal tanpa mengantongi ijin terlebih dahulu.

Perusahaan tersebut diduga milik orang asing, penanaman modal disinyalir praktek kongkalikong bisnis illegal dalam pembangunan pabrik pengolahan kayu dan tepung  tapioka.

Dari data yang diperoleh surat Bupati Martin Rantan, SH nomor:  660/658/DPU.E tertanggal 10 November 2016 pada poin 5 bahwa, PT orang asing Beijing di Sentap Sei. Awan di larang melakukan kegiatan sebelum memperoleh ijin dari Pemda Ketapang Kalbar.

Pos terkait