Kadisdik Jabar: PTM Terbatas Bisa Digelar dengan 2 Rumus

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi.

Oleh: Andry

Bandung, Amunisinews.co.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas sudah bisa dilakukan di wilayah Jawa Barat. Hal itu mengacu kepada Inmendagri No 30 Tahun 2021 yang menjelaskan bahwa daerah yang menerapkan PPKM Level 3.

Provinsi Jabar hingga saat ini terus memaksimalkan program vaksinasi untuk memulihkan berbagai sektor termasuk pendidikan. Bahkan Jabar telah membuat kegiatan vaksinasi demi mencapai target 37 Juta vaksinasi. Kegiatan tersebut digelar di area Masjid Al Jabbar Gedebage, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

, menjelaskan tentang 903 titik vaksin di 27 kabupaten/kota yang dilaksanakan.

“Hari ini kita buktikan, 903 titik vaksin telah dilakukan serentak dengan jumlah 512.756 ribu di 27 kab./kota di Jawa Barat. Kalau per hari mencapai 512 ribu maka sisa waktu ke Desember 2021 (mencapai target) tinggal 126 hari lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait PTM terbatas, Dedi menjelaskan sekolah harus menyiapkan 2 rumus. Di antaranya adalah sekolah tetap menyediakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan PTM dilakukan dengan adaptasi kebiasaan baru dengan catatan harus mendapat izin orang tua siswa.

“Minggu ini sedang berjalan proses permintaan izin kepada orang tua/wali murid. Jika PPKM sudah di level 2, semoga awal September ini PTM bisa dilakukan,” jelas Dedi.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tentang PTM terbatas. Gubernur mengatakan, jika di beberapa wilayah Jabar yang semua gurunya telah divaksin dan PPKM-nya sudah di level 3 atau 2, maka boleh dilakukan tatap muka.

“Apalagi jika muridnya juga sudah divaksin, tentu diperbolehkan. Karena, terlalu lama sekolah online juga cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil menjelaskan, vaksin tidak dijadikan syarat utama bagi siswa atau peserta didik. Namun untuk guru, vaksin menjadi syarat utama sedangkan untuk murid vaksin tidak dijadikan syarat utama. Kalau guru itu syarat utama sehingga di Jabar saya sudah pastikan ada wilayah-wilayah yang gurunya sudah divaksinasi dan PPKM-nya sudah tidak di Level 4, tapi Level 3-2. Jadi sesuai arahan dari kementerian mudah2an pak Dedi bisa minggu ini atau minggu depan mengajak media juga,” terangnya.

Menurutnya, karena wilayah Jabar sangat luas, terdapat banyak daerah-daerah yang jauh dari perkotaan sehingga memiliki risiko COVID-19 yang kecil.

Semakin jauh dari perkotaan, risiko COVID-19 makin sedikit. Jadi daerah dengan PPKM Level 2, guru yang sudah divaksin sudah bisa didahulukan untuk membuka PTM terbatas.

“Apalagi kalau (vaksinasi) murid-muridnya bisa diakselerasi karena kalau terlalu lama online juga ada kajian yang cukup mengkhawatirkan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *