KADIV HUMAS POLRI: POLRI LEBIH PROFESIONAL, RAIH KEPERCAYAAN MASYARAKAT

  • Whatsapp
IrjenPol Setyo Wasisto
IrjenPol Setyo Wasisto
IrjenPol Setyo Wasisto

JAKARTA,AMUNISINEWS.COM- Kadiv Humas Polri IrjenPol Setyo Wasisto berharap Polri lebih profesional dalam menjalankan tugas mengayomi masyarakat. “Harapannya tentu Polri lebih profesional, modern dan dapat meraih kepercayaan masyarakat,” kata Irjen Setyo Wasisto.
Selain itu, Irjen Setyo mengatakan ancaman dan tantangan tugas Polri juga semakin berat.
Oleh sebab itu, kinerja Polri harus ditingkatkan. “Tantangan dan ancaman tugas Polri kedepan makin berat, harus diantisipasi oleh seluruh anggota Polri dari tingkat tertinggi hingga terendah,” ujar Setyo.
Dalam HUT Bhayangkara ke-71 ini, seluruh Polda, Polres, Polsek merayakan hari lahir Korps Bhayangkara tersebut.
Berbagai perayaan digelar, di Polres Metro Jakarta Pusat peringati HUT Bhayangkara ke-71 dengan acara ‘tasyakuran’ dengan memotong nasi tumpeng.

Nugroho-Djajusman
Nugroho-Djajusman

Bekerja Maksimal
Sementara itu, Komjen (purn) Nugroho Djayusman mantan Kapolda Metro Jaya angkat bicara kepada rekan rekan jurnalis pada hari Bhayangkara 1/07/17,di kawasan Jakarta Selatan.
Ia menegaskan bahwa Polri sudah bekerja dengan baik dan profesional dalam menjalankan tugas tugas pokok Polri dalam memberikan rasa aman ditengah masyarakat.
“Pelayanan yang ada selama ini harus betul- betul di tingkatkan kembali agar masyarakat lebih puas dan untuk tingkat kriminalitas banyak yang diungkap, baik kasus kejahatan ringan, besar dan kasus lainnya.
Tentunya disini Polri tidak bekerja sendiri, semua harus bergandengan tangan, guna menjaga keamanan semua lapisan masyarakat dan stake holder harus betul-betul bekerjasama,” paparnya.
Kejahatan yang terjadi selama ini karena kenapa?, Pastinya persoalan kesejahteraan masyarakat secara umum. Karena penyebab kejahatan yang paling utama adalah faktor ekonomi masyarakat yang belum mencapi tingkat kesejahteraan. Makanya karena desakan ekonomi dapat berbuat kriminalitas. Disinilah harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kalau tugas polri hanya mempunyai peran dalam pengamanan,” ungkapnya.
Masalah minimnya anggota Polri untuk mengawasi masyarakat juga jadi persoalan. Harusnya, disetiap desa-desa ada polisi, karena persoalan anggaran penambahan anggota Polri belum bisa diperbanyak.
“Saya melihat Kapolri sekarang ini sudah cukup bagus dengan progroam-program promoter ini sudah baik,”tandas mantan kapolda Metro Jaya diera Presiden Gusdur (alm).

Saat disinggung persoalan jika akan diboikotnya anggaran Polri oleh DPR dalam persoalan Hak Angket yang tidak bisa menghadirkan Miriyam ke DPR, “saya melihat DPR seperti anak kecil saja, seharusnya duduk bersama dengan Polri, carikan solusinya, jangan main bicara mau boikot anggaran Polri, karena Polri ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau diboikot sama saja tidak memberikan rasa aman untuk masyarakat,” tuturnya.
“Harapan saya di hari HUT ke- 71 Polri tahun ini, Polri harus refleksi kembali. Selama ini apa saja yang harus dicapai,” tandasnya. * budi-

Pos terkait