Kaget dan Kecewa, Tersorot INCAR Tidak Pakai Helm Jalan Perkampungan Dapat Surat Tilang

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Kekecewaan dan ketakutan dialami warga Patoman, Desa Pangkemiri Kecamatan Tulangan Ni’matul Amaliyah. Pasalnya dirinya memenerima surat pemberitahuan dari Polda Jawa Timur. Hal ini dikeluhkan kepada wartawan Minggu (20/2/2022).

Bacaan Lainnya

Karenanya dirinya dan keluarga merasa ketakutan dan kaget lantaran tidak merasa melakukan kesalahan apapun mendapat surat dengan KOP Polda Jatim Direktorat Lalu Lintas.

Berdasar surat nomor : B/03213/II/YAN.1.2/2022/Ditlantas Polda Jatim perihal surat konfirmasi ETLE-MOBILE, Ni’matul sempat kaget dan ketakutan, terlebih keluarga khawatir ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan mencari-cari.

Ni’matul Amaliyah (40) kepada Amunisi Minggu (20/2/2022)mengatakan, saya dan keluarga kaget dan merasa ketakutan karena tidak merasa melakukan kesalahan (pelanggaran) tiba-tiba dapat surat lewat kantor pos dari Polisi.

“Saya takut dan keluarga sempat mengira itu ulah oknum mencari-cari dan menyarankan menanyakan kebenaran surat ini,kata suami saya,” ungkap Ni”matul yang biasa disapa Pipit.

Berdasar foto dokumen elektronik barang bukti pelanggaran, Pipit menjelaskan itu foto di Desa Ketegan depan Klinik Bunda,ketika mau beli bensin di Pom.

“Saya melihat banyak orang lalu lalang tidak memakai helm. Ya jelas kaget karena mendapat surat dari polisi, saya tidak merasa salah dapat panggilan dari polisi padahal itu terlihat banyak yang tidak memakai helm,” ucap Pipit

Harapan saya ya permasalahan tilang ini perlunya sosialisasi di Desa oleh pihak terkait, saya tidak mengetahui sosialisasinya tidak sampai ditingkat Desa, bahkan bisa jadi masih banyak warga yang tidak tahu. Karena ini jalan kampung,dan banyak pengendara yang melintas tidak pakai helm.

“Saya berpesan kepada warga khususnya warga Tulangan Pangkemiri dan Randegan, Tanggulangin serta pengendara yang lain berhati hatilah dijalan dan selalu memakai helm untuk keselamatan dan pelanggaran lalin, walau dijalan Desa (Kabupaten)sebab ada mobil INCAR disekeliling kita agar tidak mendapat surat tilang seperti saya,” pesan Pipit.

Loetfi pewarta Duta Masyarakat sebelumnya menyampaikan kepada Ni’matul ini surat asli dan benar dari Ditlantas Polda Jatim. Apa tidak mengetahui kesalahan/pelanggaran yang dilakukan.

Lebih jauh LOETFIenjelaskan, berdasar surat dan foto bukti pelanggaran yang dikirimkan Ditlantas Polda Jatim tertanggal 16 Februari, menjelaskan pelanggaran warga atas nama Ni’matul Amaliyah tidak menggunakan helm saat berkendara, dan jelas pada surat yang melampirkan dokumen elektronik barang bukti pelanggaran tidak mengenakan helm standar (291)(1)Jo 106(8)UULAJ) tertulis disurat tersebut.

Perlu diketahui Kepolisian Daerah Jawa Timur meluncurkan kendaraan Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) dan Skrining Riwayat Pengemudi (SKRIP) untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran serta menekan pelanggaran berlalu lintas. Dan hal ini sudah diberitakan berbagai media, baik cetak maupun elektronik sebelumnya.

Yang mana beberapa saat yang lalu dilounching oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Mobil tersebut adalah kendaraan tilang menyerupai Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang berada di beberapa titik di wilayah setempat untuk melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kendaraan tersebut dilengkapi kamera super canggih karena dapat menghitung laju kecepatan berkendara dan menangkap gambar kendaraan yang diketahui melanggar rambu atau aturan lalu lintas.

“INCAR” ini dapat merekam secara real time terkait kepatuhan tata tertib lalu lintas yang terkoneksi data “regident” (registrasi dan identifikasi), jelas Loetfi berdasar sumber terpercaya di Sidoarjo.

Sementara Mustakim (35) warga Ketegan kepada Amunisi mengatakan, hal ini kurang etis & kurang tepat, untuk jalan perkampungan karena banyak masyarakat hanya sekedar untuk membeli sembako atau antar jemput anaknya sekolah.

“Pastinya bisa jadi banyak warga yang hanya menuju tempat tidak terlalu jauh bisa kena tilang dengan pelanggaran tidak memakai helm, kalau sampai diterapkan atau mobil INCAR di lokasi jalan kampung,” tegas Mustakim.

Dilapangan masih banyak pengendara motor tidak memakai helm khususnya dijalan kampung, karena beralasan hanya disitu -situ saja dan tidak dijalan raya. Pastinya akan banyak yang terkena tilang, ungkap banyak warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.