Kajati Babel Happy Hadiastuti Katakan Ahyung Sakit Maag

  • Whatsapp

happy_hadiastuty

AMUNISINEWS.COM, PANGKALPINANG, –Kepala Kejaksaan Tinggi Babel Happy Hadiastuti menjelaskan saat ini terpidana Ahyung terserang sakit maag cronis, jadi belum bisa di eksekusi, penjelasan Kepala Kejaksaan Tinggi itu disampaikan melalui pesan singkat kepada salah seorang wartawan,

“Ada surat sakitnya dik, suratnya ada di Kasi Penuntutan dan setelah pengobatan maag cronisnya segera akan masuk, itu yang bisa saya sampaikan,” jelas Happy

Tetapi saat disinggung mengenai bukti surat keterangan sakit terpidana Ahyung oleh wartawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Babel tidak berani menjawab,

“Bu, apakah boleh saya melihat bukti surat keterangan sakit di kasi tut?”tanya wartawan

Happy Hadiastuti tidak berani menjawab pertanyaan wartawan .

Sementara itu menurut Humas Pengadilan Tipikor Pangkalpinang mengenai pengembalian kerugian negara tehnisnya harus berbarengan dengan terpidana, jadi eksekusi kerugian negara itu disertai dengan eksekusi terpidana.

Eksekusi kerugian negara biasanya berbarengan dengan terpidana, bukan cuma uangnya saja”, jelas Humas PN

Pada 10 Agustus 2016 lalu Pengadilan Tinggi Babel memutuskan dan menguatkan banding pihak Kejati Babel dengan putusan PT Babel terhadap terdakwa Yuswan alias Ahyung kurungan badan tetap yakni dengan 14 bulan penjara dengan denda Rp 50 Juta.

Bilamana Ahyung tidak membayar maka harus menjalani pidana kurungan badan selama 3 bulan,mengabulkan banding pihak Kejaksaan mewajibkan terdakwa Yuswan alias Ahyung mengganti kerugian negara sebesar Rp.2.485.255.000.

Jika paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan tidak dibayar maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan disertai dengan penjara selama 1 tahun.

Bos besar  Masa Jaya Motor/ Jagorawi motor itu dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus korupsi pembebasan tanah seluas 12.500M2 yang terletak di desa Beluluk, Pangkalan Baru,kabupaten Bangka Tengah  tahun 2009 senilai Rp 1.093.207.500 serta tukar guling lahan pramuka di desa Batubelubang dengan lahan milik Yuswan ( atas nama istri Ahyung Hok Dryani Tety Wijaya ). Tukar Guling terjadi pada Juli 2009. (man)

 

Pos terkait