Kakek AN Perkosa Mawar Berulang Kali

  • Whatsapp
unduhan (2)
ilustrasi

PANGKALPINANG,  AMUNISINEWS.COM- Kali ini pemerkosaan  kembali terjadi terhadap sebut saja Mawar ( 10 ) yang berulangkali diperkosa oleh kakek inisial AN ( 65 ) warga lingkungan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam,Kota Pangkalpinang,Bangka Provinsi Bangka Belitung ( Babel )

Dalam persidangan tertutup di Pengadilan kota Pangkalpinang yang diketuai oleh majelis hakim Maju Purba SH kesaksian terdakwa bahwa AN melakukan perbuatan tak senonoh itu tidak hanya satu kali bahkan berulang kali.Senin ( 23/1 )

Dalam persidangan Mawar didampingi oleh ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah ( KPAD ) Babel Sapta Qodria Muafi SH serta didampingi oleh bagian Anak Berhadapan Dengan Hukum ( ABH ) Biar M Yamin SE MH.

Usai persidangan ketua KPAD Babel Sapta mengaku kepada wartawan siap mendampingi korban ( Mawar – red )dalam persidangan sesuai dengan Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang Undang 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dalam proses hukum ini kita siap mendampingi Mawar hingga dalam proses peradilan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku”kata Sapta yang juga didampingi Biar M Yamin.

Ditegaskan Sapta, anak yang berkebutuhan khusus dan masalah ini perlu menjadi perhatian KPAD yang menjadi lembaga independen perlindungan anak di Babel terutama mengutamakan hak dasar anak baik pendidikan maupun kesehatan dan jangan merampas hak kemerdekaan anak tersebut apalagi sampai melakukan tindakan asusila.

“Kita ( KPAD ) akan terus berupaya memberi perlindungan,pendidikan serta kesehatan terhadap anak yang berkebutuhan khusus dalam proses hukum,”tegas Sapta.

Sapta pun merasa geram terhadap pelaku AN yang tega berbuat bejat terhadap Mawar,dimana pelaku seharusnya menjadi panutan atau pengganti orang tua tega melakukan yang tidak semestinya dilakukan.

“Sudah bau tanah ( Kakek kakek – red ) bukannya beribadah koq malahan memperkosa dan mencabuli anak anak,” pungkas Sapta geram.

Sapta bersama Biar M Yamin meminta kepada kepada pihak aparat penegak hukum memberi hukuman yang seberat beratnya agar menjadi contoh kepada masyarakat di Babel dan tidak ada unsur kasihan.(herman)

Pos terkait