Karena Wanita Muslimah Pengusaha Minimarket ini Masuk Islam

  • Whatsapp
Eddy Hock Siang Oke
Eddy Hock Siang, jamaah umroh Wahidiyah asal Australia, saat dikofirmasi usai mengikuti bimtek manasik haji umroh di Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Jamat (10/03/2017) siang.

Banyak orang yang beralih ke agama Islam karena ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW dinilai sangat baik dijadikan pedoman kehidupannya. Namun tidak sedikit pula orang yang menjadi muallaf lantaran ingin menikah dengan seorang muslim atau muslimah. Eddy Hock Siang salah satunya.

 

JAKARTA, AMUNISI –  Eddy Hock Siang, salah satu pemilik mini market di Denpasar, Bali, ketika dikonfirmasi tidak sungkan-sungkan menuturkan seputar kisahnya beralih agama (Islam). Dia menyebutkan perihal tersebut ia lakukan lantaran ingin menikahi seorang muslimah, yakni Inayatul Aini (Nina) yang kini menjadi istrinya.

 

”Saya masuk Islam karena ingin menikah dengan Nina,” ungkap Eddy ketika dikonfirmasi sejumlah awak media usai mengikuti bimbingan teknis (bimtek) manasik haji umroh di Pusat Perjuangan Wahidiyah, Ponpes Kedunglo Al-Munadhadhoroh, Kediri, Jawa Timur, Jumat (10/03/2017) siang.

 

Karenanya, meski kala itu (2013) ia telah menjadi muallaf namun syariat Islam tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Bahkan ia pun mengaku belum bisa meninggalkan kebiasan lamanya. ”Saya masih suka minum (miras),” katanya.

 

Lebih jauh diungkap Muallaf yang menetap di Australia itu, munculnya kesadaran untuk menjalankan syariat Islam, termasuk menjauhi hal yang dilarang agama, hal tersebut diperoleh setelah ia ikut mengamalkan sholawat Wahidiyah.

 

Menurutnya, setelah ikut mengamalkan (sholawat) Wahidiyah, selain hati menjadi tentram, ia pun merasa terpacu untuk beribadah. ”Ya, semuanya memang dari Tuhan (Allah) yang saya peroleh berkat (mengamalkan sholawat) Wahidiyah dan bimbingan Kanjeng Romo Kyai,” terang Eddy.

 

Ketika disinggung pengenalannya dengan amalan sholawat Wahidiyah, Pria warga keturunan ini mengaku memperoleh amalan tersebut setelah ayah mertuanya meninggal. “Waktu itu (Sepeninggal ayah mertuanya) istri saya mengalami depresi berat yang sulit disembuhkan,” ungkap suami Nina.

 

Dalam kondisi seperti itu, ia dan istrinya disarankan untuk mencoba mengamalkan Sholawat Wahidiyah oleh tantenya yang lebih dulu mengamalkannya. Lalu, setelah mengikuti saran tantenya itu, ternyata penyakit yang diderita istri Eddy pun berangsur sembuh.

 

Itulah sebuah pengalaman yang membuat Eddy beserta istrinya mulai tertarik mengikuti beragam kegiatan Wahidiyah, diantaranya Mujahadah Kubro dan ibadah umroh Wahidiyah ini. Adapun tujuan mengikuti ibadah umroh Wahidiyah, menurut Eddy, karena ingin belajar menjalankan syariat agama yang baru dianutnya. ”Saya ingin belajar (menjalankan syariat) agama Islam lebih dalam,” ungkap Eddy Hock Siang yang mengaku sudah enggan mengenakan perhiasan emas.

 

 

Perjuangan Kesadaran

 

Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, saat menyampaikan fatwa dan amanatnya pada prosesi pemberangkatan jamaah umroh Wahidiyah, Jumat (10/03/2017) malam, megimbau agar semua momen ibadah haji umroh ini dilaksanakan secara totalitas, semata-mata untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa Taala wa Rosulihi salallohu alaihi wassalam.

 

Semua urusan, dawuh Kanjeng Romo Kyai, baik urusan keluarga dan urusan yang lain-lainnya kita tinggalkan. Semua kita serahkan kepada Alloh. ”Keluarga kita yang di rumah, biar  Alloh yang mengurusnya. Kita harus benar-benar manfaatkan panggilan dari Alloh ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah dengan niat lillah dan billah (beribadah semata-mata karena Alloh dan meyakini segala sesuatu terjadi atas kehendak Alloh),” imbau Kanjeng Romo Kyai.

 

Selain itu, Beliau mengingatkan kepada jamaah umroh Wahidiyah agar mencatat segala hajatnya (keinginan) supaya tidak lupa ketika bermohohon (doa) di tempat-tempat yang mustajabah, baik di Mekah maupun di Madinah.

 

”Semua kita doakan. Keluarga kita, anak-anak kita, istri kita, suami kita,  tetangga kita serta seluruh umat dan masyarakat semoga diberi taufik dan hidayah oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala serta diberi kesadaran untuk fafirruu ilalloh wa Rosulihi Salallohu Alaihi Wassalam (lari kembali kepada Alloh dan Rosulnya),” imbau Kanjeng Romo Kyai.

 

Apalagi, sambung Beliau, saat ini kebhinekaan bangsa kita mulai terkoyak. ”Oleh karena itu, semuanya kita doakan agar bangsa kita diberi taufik serta hidayah oleh Alloh sehingga bangsa dan negara kita menjadi barokah,” dawuh-nya di hadapan seluruh jamaah ibadah haji umroh Wahidiyah yang tampak begitu khusyuk dan khidmat.

 

Jamaah umroh Wahidiyah yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, itu, dilepas Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, di Bandara Juanda, Surabaya, pada Sabtu (11/03/2017) pagi.al

Pos terkait