Karupam PT LS Diduga Semena-mena Tahan Mobil Milik Mitra Kerja 

  • Whatsapp
Edi Suratman, Mitra Kerja PT Limpah Sejahtera

Oleh: Dedi Sumarni

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Mitra kerja PT Limpah Sejahtera (LS), Edi Suratman merasa tidak habis pikir atas perlakuan Karupam (Kepala Regu Keamanan) PT LS  yang dinilai semena-mena menahan mobil miliknya. Akibatnya sejak akhir Oktober 2021 lalu, hingga kini Edi Suratman menganggur lantaran mobil yang biasa ia gunakan untuk mencari nafkah keluarga ditahan oknum sekuriti PT LS tanpa alasan yang jelas.

Bacaan Lainnya

Demikian peristiwa yang diceritakan Edi Suratman kepada Media Amunisi di kediaman Sandi, salah satu aktivis lingkungan  hidup (Ampuh) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (23/11/2021).

Saat menuturkan perihal tersebut, Edi ditemani Junaidi Baluk, mandor pemupukan perkebunan PT LS di Estate II.

Junaidi Baluk, Mandor PT Limpah Sejahtera

Menurut informasi yang diperoleh Media Amunisi di kediaman Sandi, peristiwa tersebut bermula dari Junaidi Baluk mandor perusahaan yang memasukan (menugaskan) karyawan untuk melakukan aktifitas kerja di Blok s35, pada hari Minggu (31/10/2021) lalu.

Untuk kegiatan tersebut, Edi diberi surat kuasa oleh Junaidi bertajuk: “Surat Perintah Kerja Bantuan Unit”. Isi tugasnya, lansir pupuk dari gudang until ke lokasi Blok 5.32 di perusahaan PT Limpah Sejahtera, Kebun Sawit Plasma Kemitraan.

Surat Perintah Kerja

Kemudian atas dasar perintah itu, Edi Suratman mengambil pupuk sekitar 5 ton di gudang bersama Eko sebagai kepala Gudang, Junaidi Baluk, dan 2 orang yang bertugas memuat pupuk ke mobil milik Edi Suratman. Bahkan pengambilan pupuk tersebut juga telah di-acc kan Manajer Kebun (MK).

Namun ketika di perjalanan, kendaraan yang tengah mengangkut pupuk untuk dibawa ke lokasi perkebunan yang akan dilakukan pemupukan itu, tiba-tiba diberhentikan oleh Santuri, Karupam PT LS dan anggotanya, yakni Marko. Kemudian oleh Santuri mobil pengangkut pupuk itu dibawa ke kantor pabrik, tanpa alasan yang jelas.

Tindakan Karupam PT LS Bersama anggotanya yang diduga semena-mena itu membuat Edi Suratman dan mandor Junaidi menjadi heran. Sebab, aktifitas yang dilakukan itu telah memenuhi prosedur dan dilengkapi oleh dokumen-dokumen sah dan bisa dipertanggungjawabkan.

Edi Suratman dan Junaidi sangat menyesalkan atas tindakan yang dilakukan Santuri dan Marko yang diduga semena-mena itu. Karena akibat tindakan oknum sekuriti PT LS itu, Edi Suratman menjadi nganggur.

Menurut Sandi, aktifis lingkungan hidup AMPUH, selain bertugas mengambil upahan angkut dari PT LS, Edi Suratman juga Mitra Kerja PT LS yang menyerahkan sejumlah lahan perkebunannya untuk dikelola oleh PT LS  dengan sistim bagi hasil.

Surat Kerja Sama, Kemitraan

Karena itu, tak seharusnya sekuriti PT LS bertindak semacam itu terhadap  mitra kerja perusahaan tempatnya bekerja. Kalau ada sesuatu yang dianggap ada kejanggalan, mestinya dikoordinasikan dengan baik.

Karenanya Sandi meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), yakni kepolisian untuk segera menindak tegas oknum Karupam PT LS yang diduga bertindak semena-mena.

Sayangnya ketika Sandi mengonfirmasi perihal tersebut, Santuri enggan memberi keterangan.

Diakui Edi Suratman, hingga kini ia masih menanti pejelasan Karupam PT LS terkai penahanan mobil miliknya.

Untuk mencari keterangan lebih lanjut atas peristiwa tersebut, pada hari ini, Jumat (26/11/2021) media Amunisi mencoba mengonfirmasi Santuri melalui telepon dan memperoleh jawaban dari Karupam PT LS itu, “karena kegiatan itu dilakukan pada hari Minngu,” katanya.

Kemudian, ketika diminta keterangan lebih lanjut oleh Media Amunisi, selular Santuri malah nonaktif.

Mobil Milik Edi Suratman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *